Majalah BERKAT

Menjalin Komunikasi bagi usaha-usaha Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian antar Gereja dan Anggota Gereja

Tips Menjaga Jantung Agar Tetap Sehat

DR. Teh Yen Hoon, Ph. D *)

DR. Teh Yen Hoon, Ph. D

Jantung ibarat karburator pada kendaraan bermotor. Karburator mengirimkan bahan bakar agar mesin dapat bergerak. Jantung mengirimkan darah ke seluruh tubuh agar tubuh dapat beraktivitas normal. Nah…kalau jantung kita punya masalah, atau terkena penyakit jantung, mudah ditebak kalau aktivitas kita akan sangat terganggu. Dada akan terasa sakit dan bahkan bila semakin parah kita siap-siap say good bye…alias resiko kematian membayang.

Penyakit jantung dikenal sebagai penyakit arteri koroner. Apabila timbunan lemak mengumpul di dalam arteri, arteri menjadi menjadi sempit dan darah yang mengalir melaluinya menjadi tersendat dan berkurang. Penyempitan arteri ini dinamakan aterosklerosis. Sakit pada bagian dada kiri merupakan gejala penyakit jantung yang bisa muncul saat kita melakukan aktivitas fisik berlebih atau pada saat emosi kita terganggu. Hal ini dalam dunia kedokteran dikenal sebagai angina. Angina muncul karena arteri jantung tidak mendapatkan oksigen secukupnya. Sedangkan serangan jantung berat muncul karena Otot-otot jantung yang seharusnya mendapat pasokan oksigen dalam darah, karena arteri yang tersumbat tidak mendapat pasokan oksigen. Bila aliran darah tidak segera dipulihkan bisa terjadi kerusakan tetap pada otot-otot jantung. Sadari kenyataan bahwa penyakit jantung yang dulu merupakan penyakit yang terdengar hanya di negara barat atau negara maju, sekarang ini telah menyebar dan ada di mana-mana di belahan bumi ini. Tidak memandang negara terbelakang atau negara maju. Tidak memandang negara barat atau negara timur. Penderita sakit jantung ternyata dapat mengalami serangan jantung tiba-tiba, tidak ada gejala apapun. Bahkan penderita sebelumnya tidak memiliki riwayat sakit jantung sama sekali. Mereka tidak sadar bahwa serangan ini dapat diakibatkan oleh penyakit kencing manis ataupun resiko-resiko lainnya yang tidak pernah dirujuk sebelumnya oleh dokter, termasuk kolestrol tinggi. Bila keadaan ini dianggap tidak terlalu membahayakan dan tidak dilakukan pengobatan yang serius, maka serangan yang datang lagi akan mengakibatkan kerusakan pada sebagian atau keseluruhan dinding jantung. Akibatnya penderita sakit jantung akan mengidap lemah jantung dan mungkin akan sering memerlukan rawatan di rumah sakit disebabkan masalah paru-paru berair. Komplikasi serius dari serangan jantung ini masih terus manjadi perbincangan di kalangan pakar jantung se dunia karena selalu menimbulkan masalah serius. Perawatan dan pengobatan yang tepat harus selalu diupayakan untuk memperbesar peluang kesembuhan penderita sakit jantung. Gejala yang harus diperhatikan Gejala-gejala yang selalu dikaitkan dengan sakit jantung koroner adalah nyeri / sakit pada dada. Walaupun ada banyak penyakit lain yang dapat menyebabkan sakit pada bagian dada, serangan jantung atau gejalanya memiliki tanda sakit dada yang khas. Sakit di dada seperti ‘dada terasa berat’ atau ‘dada tertekan’ ataupun sakit di dada tadi beralih ke tangan dan kadang-kadang ke rahang. Sakit dada ini bisa terjadi tiba-tiba sehabis senam atau aerobik ringan atau setelah melakukan kegiatan phisik yang mengeluarkan tenaga berlebih. Yang perlu diperhatikan dengan lebih seksama apabila sakit itu berlanjut muncul setelah 20 samapi 30 menit, atau intensitasnya semakin meningkat, terlebih lagi jika disertai dengan rasa pening, lemas atau berkeringat secara tiba-tiba (keringat dingin). Bagi mereka yang mendapatkan gejala seperti itu, atau kita melihat orang lain mengalaminya, dianjurkan untuk mencari pertolongan dokter atau dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin. Resikonya sangat berbahaya, jantung orang tersebut akan mengalami kerusakan permanen atau bahkan meninggal. Segera. Gejala-gejala lain Rasa pegal di pada pundak / bahu Sesak nafas Denyut nadi yang terlalu cepat dan tidak berirama stabil Keringat dingin Rasa mual dan asam lambung yang tinggi Bengkak di pergelangan kaki Gampang letih / lelah Sering kesemutan di ujung jari tangan dan kaki Gusi mudah berdarah Siapakah yang berisiko terkena penyakit ini? Penyebab mendasar penyakit yang sangat berbahaya ini ternyata semuanya bernuara pada gaya hidup dan pola makan seseorang. Seorang yang beresiko ialah mereka yang termasuk perokok aktif atau pasif (menghirup asap rokok orang lain), penderita kencing manis, berkolestrol tinggi (lemak dalam darah, tinggi), tekanan darah tinggi, berat badan yang berlebih dan kurang gerak atau kurang olahraga. Bagaimana dengan pola makan yang beresiko menimbulkan serangan jantung? Contoh: pola makan yang tidak mengikuti golongan darah, gemar memakan makanan cepat saji (instant processed food), makanan tinggi lemak dan kolestrol (gorengan) makanan tinggi kadar gula dan garam (makanan yang diawetkan, junk food). Seseorang yang mempunyai keluarga dekat pengidap sakit jantung usia muda juga berkemungkinan memiliki resiko terkena sakit jantung yang sama. Pernah suatu masa tertentu, pria beresiko sakit jantung lebih besar dari pada wanita karena kebiasaan merokoknya. Tetapi disebabkan kecenderungan (trend) masa kini dimana wanita banyak juga yang merokok, anggapan ini mungkin tidak benar lagi. Wanita perokok memliki resiko yang sama dengan pria perokok. Masalah kelebihan berat badan atau obesitas sedang hangat dibicarakan di seluruh dunia. Tidak terkecuali di negara kita. Dikhawatirkan jika masalah obesitas ini tidak mendapatkan perhatian sewajarnya, maka angka penderita sakit jantung dan pengidap kencing manis usia muda akan meningkat secara mendadak dalam satu dua dasa warsa ini.

*) Nutrition Sciences (USA)

MB ed 94

Category: Tips Kesehatan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*