39 TH Bamag Berjejaring dengan Gereja- Gereja

0
124

Jumat, 27 Juni 2014, Kantor Sekretariat BAMAG tidak seperti biasanya lengang. Siang itu para pengurus pada berdatangan ke markas BAMAG di Jalan Nginden Intan Timur II No. 3, Surabaya.  Tujuannya cuma satu, bersyukur dan bersyukur.

Karena memang itu yang dikehendaki  Tuhan dalam setiap kehidupan bergereja.  Tidak salah kalau pukul 10.30 pagi itu ada ibadah singkat. Di awali lagu: “Kunaikkan syukurku, buat hari yang Kau beri. Tak habis-habisnya, Kasih dan rahmat-Mu. S’lalu baru dan tak pernah, terlambat pertolongan-Mu. Besar setia-Mu di s’panjang  hidupku . . . Itu penggalan refrain lagu Bapa Engkau sungguh baik.

Pdt. DR. Sudhi Dharma, M.Th, selaku Ketua Umum BAMAG Surabaya memimpin renungan singkat. Disertai introspeksi mengapa BAMAG bisa berlanjut sampai hari itu, kalau bukan tangan Tuhan yang berkarya bagi badan ekumenis ini. Nama Herman B. Prawiromaruto, SH disebut sebagai bidan yang menghadirkan BAMAG di kota Surabaya. H.B. Prwiromaruto adalah pelaku bisnis ekspor impor dan berkembang menjadi pengusaha Real Estate adalah orang yang cinta Tuhan. Hidupnya diserahkan sepenuhnya untuk pelayanan Tuhan. Secara khusus dia penerima mandat dari Dewan Gereja-gereja Indonesia (DGI) Surabaya. Prawiromaruto sebelum tahun 1975 adalah Ketua Departemen Pelayanan dan Kesaksian DGI Surabaya. Nah, tepatnya 27 Juni 1975 lahirlah sebuah badan ekumenis yang bernama Badan Musyawarah Antar Gereja, disingkat BAMAG Kota Surabaya.

Suatu anugerah Tuhan yang tak terjangkau oleh rasio, bahwa lembaga kebersamaan ini Tuhan izinkan hadir di tengah kota Pahlawan Surabaya. Menjadi motivator dan fasilitator dalam keberagaman denominasi Gereja-gereja Protestan. Bahkan lebih dari itu hubungan dengan Gereja Katolik terwujud dengan inter relasi dan inter aksi dalam konteks “give and take”.  BAMAG bukan supra struktur dari struktur institusi gereja-gereja yang ada di Surabaya. Sepertinya namanya saja Badan Musyawarah, BAMAG tidak mempunyai kompetensi apalagi campur tangan ke gereja-gereja. Tidak ada hubungan hierarkis dengan gereja. BAMAG sekedar sekedar berjejaring mengutamakan kebersamaan antar gereja-gereja di Surabaya..

Wadah ini senantiasa mengusahakan kesatuan, mengupayakan kerukunan, saling pengertian, saling memahami dan saling menghormati. Wadah ini tidak bermaksud mendirikan tembok atau meruntuhkan yang ada. Tetapi oleh pimpinan Tuhan wadah ini berusaha menjadi jembatan, penghubung agar persekutuan, kesaksian dan pelayanan dapat diwujudkan dalam kebersamaan. Bersyukur bahwa BAMAG dimengerti dan dipahami oleh lembaga-lembaga ekumenis di tingkat nasional seperti PGI (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia), PGLII (Persekutuan Gereja Lembaga Injili Indonesia), PGPI (Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia), GGBI (Gabungan Gereja Baptis Indonesia), GMAHK (Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh), Gereja Orthodox Indonesia. Kenyataan inilah yang menjadikan BAMAG adalah mitra persekutuan – pelayanan – kesaksian bagi mereka di lingkup Surabaya.

Dalam rangka HUT BAMAG ini pula, Pdm. Hanny Prayugo selaku Ketua IV BAMAG Surabaya bersama Willy Purwosuwito, M.A. sebagai Ketua Bidang Infokom BAMAG Surabaya diundang dalam acara “talk show” di Radio Sangkakala tanggal 3 Juli 2014. Dalam dialog satu jam tentang kebersamaan bergereja yang dipandu oleh Wahyuningsih dari Radio Sangkakala, sejarah dan eksistensi BAMAG ini diperbincangkan. Selamat HUT ke 39 BAMAG, Tuhan yang memulai, Tuhan yang terus menyertai  BAMAG dengan seluruh bidang-bidang pelayanan menjalankan visi dan misinya. (willy ps.doc.berkat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here