Menjalin Komunikasi Melalui Media

0
61

Oleh: Willy Purwosuwito, M.A. *)

Moto Menjalin Komunikasi Bagi Usaha-usaha Persekutuan, Pelayanan, Kesaksian antar Gereja dan Anggota Gereja ditulis di bawah logo Yayasan Penerbitan Berkat (YPB)  pada setiap penerbitan majalah Berkat. Moto itu merupakan pengejawantahan dari Akte pendirian YPB  tahun 1974 pasal 1 yang tertulis: “Maksud dan tujuan yayasan, ialah memberikan pelayanan dan kesaksian Kristen kepada sesama manusia dalam arti kata yang seluas-luasnya”.

Dari GKI untuk semua

Walaupun YPB didirikan oleh gereja-gereja setempat GKI Jatim yang saat itu baru ada lima gereja, kenyataannya kini telah berkembang empat belas gereja. Sejak BERKAT masih berbentuk Buletinpun, moto ini sudah dipakai atas pengesahan kepengurusan YPB saat itu. Dengan demikian ribuan pembaca BERKAT terjalin informasi, komunikasi baik antar anggota GKI, maupun di luar GKI.   

Pembagian secara formal memang melalui gereja-gereja di Surabaya bahkan hampir seluruh GKI di Wilayah Timur yang berlangganan. Kesetiaan mereka berlangganan adalah kasih karunia Tuhan kepada BERKAT melalui Majelis –majelis Jemaat  yang mendukung pelayanan BERKAT. Ada pula saudara-saudara seiman dari anggota dari GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat yang membaca secara rutin. Belum lagi perpustakaan dari pelbagai Sekolah Teologi, BERKAT dijadikan acuan referensi bagi para mahasiswanya. Pimpinan Lembaga Gereja di lingkup Jawa Timur seperti Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Surabaya (PGIS), Persekutuan Gereja Lembaga Injili Indoneisa (PGLII) Kota Surabaya, Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Surabaya  maupun Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Surabaya telah menjadi mitra pelayanan BERKAT. Tokoh-tokoh Gereja Katolik dan beberapa rohaniwan telah berjejaring memberikan kontribusi dalam bentuk tulisan dan reportase. Tak lupa pula kami berjejaring dengan Lembaga-lembaga Pendidikan, Pelayanan dan Misi yang ada. Semuanya dalam konteks give and take, tidak ada pretensi apapun selain mewujudkan doa Tuhan Yesus: “Supaya mereka semua menjadi satu” (Yohanes 17:21a)

Namun tanpa dirancang, BERKAT mengalir beredar-edar melalui pertemanan antar anggota gereja yang memperoleh BERKAT.  Jadi terwujudlah prinsip dan t ujuan YPB menerbitkan majalah ini, yaitu “Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapt berkat” (Kejadian 12:3b). Tulisan ini tertera di bawah logo YPB berupa pelangi di halam pertama Majalah BERKAT. Bersyukur Tuhan berkenan memakai kemitraan dengan beberapa pengusaha dan donatur, untuk melangsungkan visi dan misi BERKAT.  Ini sangat melegakan Staf Redaksi yang saat ini dimotori Purnowo Junarso, ST (Pem.Red) sebagai generasi muda yang punya komitmen akan pelayanan media yang non profit ini.  Anda ingin tahu berapa gereja mensubsidi untuk sebuah majalah BERKAT untuk satu keluarga. Sepuluh ribu rupiah (Rp 10.000) saja yang bertahan sejak tahun 2013. Padahal harga-harga kertas dan biaya percetakan juga menyesuaikan keadaan.

Membangun dengan jembatan

Ketika Surabaya dan pulau Madura yang dahulunya harus ditempuh dengan kapal Feri, semua komunikasi fisik harus dihitung dengan waktu dan antrian panjang dari mobil-mobil yang ikut naik Feri tsb. Kini dengan proyek pemerintah tercipta jembatan yang melintas laut bernama Suramadu (Surabaya – Madura), semua komunikasi menjadi sederhana dan cepat. Indahnya Suramadu juga merupakan impian BERKAT yang lahir dengan semangat Lintas ekumenis, bahkan melebar dengan Lintas Agama dan Budaya. Bukankah sebagai WNI yang mengedepankan kesatuan bangsa yaitu NKRI yang berfalsafahkan Pancasila, majalah ini ikut andil menjadi motivator dan akselator?   Ikuti apa komentar beberapa mereka yang menulis pada HUT 23 dan 25 tahun Majalah BERKAT.

H. Moh. Zakki, M.Si. Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Sunan Giri.
Ketua Ikatan Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Surabaya:

Majalah ini cukup memberikan pencerahan arti sebuah hidup multikulturalisme. Media yang sangat effektif untuk memberitakan informasi dan komunikasi tentang keumatan. Terus kembangkan dan tulislah semua ide dengan sentuhan hati.

Mayor (BK) Filemon Ngkale,
Gereja Bala Keselamatan Surabaya

Saya terkesan dan terinspirasi dengan Kesaksian  para hamba Tuhan yang diberkati. Tetaplah jadi tali penghubung antar denominasi gereja serta persatuan antar umat beragama pada umumnya.

Romo Damianus Weru, SVD.,
Gereja ktolik Gembala Yang Baik, Surabaya:

BERKAT  telah banyak merangkul  dan mengikut sertakan tidak hanya semakin banyak gereja, jemaat, termasuk Katolik tetapi juga semua agama, masyarakat dan pemerintah dengan komunikasi yang semakin intens dan personal.

Romo Prof. Josef Glinka,
Guru Besar Fakultas Anthropologi Universitas Airlangga, Surabaya:

Salah satu hal yang saya hargai adalah informasi mengenai Gereja-gereja Kristen yang lain, malah agama bukan Kristen juga.  Orang tidak dapat menghhargai yang ia tak kenal. Rm. Peter Sarbini SVD, dalam tesis S2 membuktikan bahwa kesalah fahaman antara Kristen dan Islam disebabkan tidak saling mengenal.

Romo Irennaios Wiwit B. Prriyono,
Koordinator Gereja Orthodox Indonesia Jatim:

Sebagai media komunikasi Kristiani yang konsisten BERKAT sungguh menyentuh setiap hati serta jembatan bagi mereka yang jauh dan dekat. Sebagai tali pengikat “kesatuan” dan “pengingat sesama saudara seiman dalam Kristus. Teruslah menjadi berkat dan saluran berkat bagi sesama.

Prof. DR. Ir. Rolly Intan, M.Eng,
Rektor Universitas Kristen Petra:

Sesuai dengan namanya BERKAT akan senatiasa menjadi berkat bagi kemuliaan Tuhan di tengah multi denominasi gereja, agama dan etnik diIndonesia. Selamat HUT yang ke 25, maju terus mengemban visi dan misi yang Tuhan percayakan.

 

Pdt. Nathanael Budiyono, M.A, M.Th,
Ketua Umum PGLII Jawa Timur:

Jejak rekamnya terlihat semakin berkualitas. Kehadirannya menjadi berkat lintas denominasi gereja, atau dapat dikatakan memantapkan kehidupan ekumenis. Di sini majalah BERKAT mampu merajut keberagaman dan kebersamaan umat untuk membangun imannya secara holistik.

Jer Basuki Mawa Beya

Untuk mencapai kesejahteraan dibutuhkan biaya,. BERKAT perlu terus berkembang menjadi lebih menarik.  Siapa yang akan meyantuni? Mungkin ada yang berpendapat misi BERKAT  seperti menabur garam di laut. Tetapi itulah fungsi kita sebagai garam. Tidak memikirkan apa keuntungannya berjerih payah dalam pelayan media yang multi perpektif dengan menjalin komunikasi pelbagai keragaman agama, budaya dan etnis. Karena pesan Paulus kepada jemaat Korintus sangat jelas: “Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!. Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Kor 15: 58b). Maukah kita menjadi berkat?

*(Senior Editor Majalah Berkat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here