THE BONE CHURCH, Gereja Dengan Hiasan 40.000 Tengkorak Manusia

0
266

Oleh: Yenny Indra

Liburan kali ini, saya dan suami, Indrajana serta dua anak kami, Christian dan Michelle, memilih ke Eropa Timur. Landing di Zurich, Swiss lalu menuju jerman untuk mengunjungi Europark, themepark terbesar di Jerman yang tidak kalah lengkap arena permainannya dengan Eurodisney di Paris.

Perjalanan pun dilanjutkan ke Austria menikmati indahnya Mirabell Garden di Salzburg dan tidak lupa mengunjungi kemegahan Belvedere Palace serta Schornburn Palace di Vienna. Makin ke timur, kami mengunjungi Bratislava ibu kota Slovakia, Budapest di hungaria, juga kota Krakow dan Warsawa di Polandia. Negara terakhir yang kami kunjungi setelah melihat tembok Berlin yang bersejarah adalah Czechoslovakia. Eropa senantiasa menyuguhkan keindahan yang romantic dengan peninggalan budaya yang tinggi nilai seninya.

Ketika tiba di Praha, ibu kota Czechoslovakia, kami mendapatkan informasi tentang “The Bone Church” sebuah gereja dengan hiasan 40.000 tengkorak manusia, yang terletak di kota Kutna Hora, tidak jauh dari Praha. Wow… menarik dan unik sekali. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan, maka kami pun memutuskan untuk menyewa mobil dan berkunjung kesana.

The Sedlec Ossuary, yang lebih terkenal dengan nama The Bone Church, terletak di pinggiran kota Kutna Hora sekitar 1 jam dari kota Praha. Dari sebelah luar, tidak ada yang tampak istimewa. Anda akan mengira bahwa itu hanya gereja ghotic tua dari abad pertengahan yang dikelilingi oleh nisan-nisan. Tetapi saat mulai melangkahkan kaki ke pintu masuk, Anda akan segera menyadari mengapa gereja ini menjadi salah satu gereja yang paling menakjubkan dan unik di dunia. The Sedlec Ossuary yang artistic dihiasi oleh lebih dari 40.000 tengkorak manusia.

Terlihat hiasan-hiasan dari tulang dan tengkorak manusia yang di susun sedemikian apik dan menarik menyambut di bagian dalamgereja yang berada di basemen the chapel of the Cemetery Church of All Saints. Setelah membeli tiket yang berada tepat di pintu masuk gereja, sambil menuruni tangga,  kami disuguhi pemandangan berbagai hiasan dari tulang dan tengkorak manusia di kanan kiri dindingnya. Tepat di tengah-tengah gereja ada lampu gantung (chandelier) cantik dari tulang dan tengkorak manusia yang disusun secara artistic sekaligus memberikan kesan sedikit mengerikan. Sementara di kanan dan kirinya disusun tengkorak manusia dalam bentuk seperti tiang piramida dengan patung malaikat kecil pada puncaknya, menjadi pembatas ruang utama dan ikon gereja tersebut. Segera kami mengabadikan kenangan di sana.

Tentunya kita bertanya-tanya dari mana tengkorak dan tulang manusia sebanyak itu? Sedlec Ossuary memiliki sejarah panjang, dimulai pada abad ke-13 ketika Abbot Henry, kepala biara-biara Cistercian di Sedlec, dikirim ke Tanah Sucioleh Raja Otakar II dari Bohemia. Ia kembali dengan membawa setoples tanah dari perjalanan kemakam Yesus di Yerusalem. Tanah ini disebarkan di pemakaman Sedlec. Lalu kabar ini tersebar sehingga pemakaman Sedlec dianggap sepotong “tanah suci” di Eropa. Akibatnya, pemakaman Sedlec menjadi tempat pemakaman yang paling diinginkan oleh orang-orang di seluruh Bohemia dan negara-negara sekitarnya. Lebih dari 30.000 orang dikuburkan di sana. Orang-orang yang ingin dikuburkan di sana terus berdatangan sehingga tidak ada ruang lagi untuk beristirahat dengan damai, maka mayat-mayat itu dipindahkan ke ruang bawah tanah agar tempatnya bisa dipakai oleh penghuni yang baru. Itulah sebabnya banyak sekali tulang-tulang dan tengkorak manusia di sana.

Pada tahun 1870, seorang pemahat kayu lokal, František Etak dipekerjakan untuk mengatur ribuan tulang secara artistik. Etak menghasilkan karya yang menakjubkan berupa lampu gantung (chandelier) di ruang utama The Bone church, serta Schwarzenbergcoat-of-arms, hiasan menakjubkan dari tulang lengan, yang menggambarkan seekor gagak mematuk di kepala seorang Turk – semua terbuat dari tulang manusia. Schwarzenbergcoat-of-arms ini digantung di depan salah satu ruangan kembar di sebelah kanan dan kiri ruang utama,  yang penuh tulang serta tengkorak manusia yang tersusun rapi. Ada pula hiasan 2 piala besar dari tulang di dinding gereja dan di dalam piala disusun tengkorak-tengkorak manusia. Etak bertanggungjawab melakukan pemutihan semua tulang di osuarium untuk memberikan tampilan yang seragam. Tanda tangan artis-nya masih terpampang di dinding saat ini – secara alami, dalam medium pilihannya, tulang, menghiasi dinding dekat pintu masuk.

Setelah mengunjungi The Bone Church, tidak lupa kami mengunjungi gereja ghotic St Barbara’s Cathedral yang indah.  Ini adalah salah satu bangunan bersejarah yang sangat penting di Kutná Hora, termasuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO yang bergengsi. St Barbara’s Cathedral yang dibangun pada tahun 1388, hanya berjarak 2.5 km dari The Bone Church merupakan obyek wisata yang  wajib dikunjungi pula.

Kota Kutna Hora merupakan kota tua yang cocok untuk berjalan-jalan, makan dan menikmati bangunan khas kota lama di Czechoslovakia. Jalanan yang dibuat dari batu-batu. Di kanan kirinya banyak resto dan tempat untuk menikmati kopi sambil bercengkerama. Taman-taman indah tertata rapi di antara gedung-gedung tua yang antik. Salah satunya yang terkenal adalah Stone Fountain, tempat penampungan air dari batu ala ghotic, dibangun oleh arsitek Matej Rejsek, yang juga merupakan arsitek Gereja St Barbara. Air mancur dua belas sisi yang luar biasa besar, setinggi empat meter, dan awalnya memiliki atap heksagonal. Stone Fountain menjadi tempat penampungan air saat pasokan air lokal terputus di Kutna Hora. Air dibawa melalui pipa kayu dari sumur yang berjarak empat kilometer jauhnya. Hiasan lampu akan menyala dengan indahnya setelah hari mulai gelap, menambah kecantikannya.

Perjalanan sehari di luar kota Praha yang unik, memberikan kesan yang paling mendalam selama liburan kami ke Eropa Timur kali ini. Sungguh merupakan anugerah Tuhan bisa menikmati keindahan yang langka ini. Dan karenanya, kami ingin berbagi cerita kepada para pembaca semua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here