Dr. Hendrawan Nadesul : Bagaimana Agar Hidup Bebas Dari Kanker?

0
413

Kenapa semakin banyak orang kena kanker sekarang? Faktor terbesar karena yang kita makan salah. Menu yang kita makan terlalu banyak daging dan kurang sayur, serta buah salah satunya. Daging lebih sukar dicerna selain butuh lebih banyak enzim. Usus orang dewasa makin kekurangan enzim, maka daging yang dikonsumsi sering tidak tercerna sempurna, lalu menjadi ampas pembusukan yang bersifat racun. Sementara bila tubuh masih cukup kaya akan enzim (yang puluhan jumlahnya), maka tubuh punya kemampuan merusak dinding sel kanker untuk menaklukannya. 

Maka betapa penting memelihara kecukupan enzim dalam tubuh sepanjang hayat kita. Sumber enzim banyak dalam sayuran dan buah-buahan, seperti nanas di antaranya. Agar pencernaan bekerja baik, yang kita minum sehabis makan perlu sehangat suhu tubuh. Kita tahu enzim bekerja optimum pada suhu tubuh 38 derajat Celsius. Tidak optimum kerja enzim bila minum dingin, atau terlalu panas.

Dalam tubuh ada bibit kanker. Namun, tidak selalu kanker harus muncul bila tidak bertemu dengan faktor pencetus. Kita menyebutnya carcinogen. Carcinogen bisa dari makanan sendiri, selain dari polusi, radikal bebas, radiasi, zat kimia berbahaya dalam zat tambahan makanan, serta faktor lingkungan lain. 

Faktor penyebab munculnya kanker lainnya apabila kekebalan tubuh menurun. Mengapa kanker lebih banyak terjadi pada kelompok usia lanjut? Karena sistem kekebalan kelompok senior umumnya sudah kian menurun. Maka perlu mengupayakan agar kekebalan tubuh tetap prima sampai usia lanjut. Kondisi ini terkait dengan seberapa lengkap menu makan harian kita. Seberapa lengkap vitamin dan mineral, serta nutrient yang kita minum.

Selain itu, suasana tubuh tidak boleh cenderung lebih asam. Mengkonsumsi lebih banyak daging membuat suasana tubuh lebih asam. Itu sebabnya konsumsi daging berlebihan membuat sel kanker lebih subur. Sebaliknya mengkonsumsi lebih banyak sayur-mayur, buah, kacang-kacangan, termasuk teh hijau membuat tubuh lebih alkaline, atau lebih bersifat basa. Namun, mekanisme tubuh kita secara otomatis akan mengupayakan agar suasana tubuh senantiasa tetap berada dalam suasana tidak asam, tidak pula basa melalui mekanisme homeostasis

Susu sapi menghasilkan zat mucus dalam usus orang dewasa, sebab pencernaan orang dewasa sudah tidak memiliki enzim pemecah susu lagi. Susu itu makanan anak-anak. Kelebihan mucus ini yang menyuburkan sel kanker. Zat mucus itu yang menjadi makanan sel kanker.

Kanker tercetus bila tubuh tercemar zat berbahaya, paling sering zat dioxin. Zat ini hasil pembakaran industri yang mencemari makanan dan minuman kita. Dalam keseharian, kita menerimanya dari plastik yang dipanaskan. Botol kemasan, stirofoam, bila dipanaskan, atau dipakai ulang berisiko mencetuskan kanker juga. Termasuk kebiasaan memanaskan dengan microwave.

Dalam upaya meningkatkan kekebalan tubuh, perlu suplemen selain nutrient atau zat gizi menu harian yang selalu harus lengkap. Vitamin yang tinggi antioxidant bermanfaat untuk meredam membanjirnya radikal bebas yang menghadang di lingkungan kita setiap hari, bisa kita peroleh dari ester-C selain vitamin E, dan betacarotene. Selain itu sudah disebut menu harian perlu lebih banyak bahan nabati alami ketimbang menu olahan. Lemak jenuh lebih sedikit dibanding asupan lemak tidak jenuh. Protein daging lebih sedikit dari pada protein nabati. Misal, wanita berisiko terkena kanker payudara menjadi tiga kali lipat kalau asupan menu lemaknya berlebihan, selain kurang bergerak badan.

Tidak kurang pentingnya kita membatasi gula pasir, menukarnya dengan madu, atau gula merah. Gula pasir selain tidak menyehatkan lantaran ditambahkan bahan kimia sewaktu memproduksinya, ia juga jenis makanan yang disukai sel kanker. 

Kini disepakati kalau salah satu cara ampuh dalam menekan populasi sel kanker lebih alami tanpa merusak sel sehat, seperti bila memilih chemotherapy dan atau radiasi, kita bisa memilih dengan cara-cara membuat sel kanker kelaparan. Untuk itu semua jenis makanan yang disukai sel kanker perlu dihentikan. Bila tidak, sel kanker akan berlipat ganda, sedikitnya 6 sampai 10 kali sepanjang hidup kita.

Jangan lupa faktor kejiwaan. Emosi negatif, dengki, iri hati, benci, menekan kekebalan tubuh. Sebaliknya berjiwa besar, cerdas beremosi membantu menaklukkan sel kanker berkat kekebalan tubuh tetap meninggi sepanjang hayat.

Demikian pilihan hidup kita seharusnya kalau ingin terbebas dari ancaman kanker. Yang sudah punya bibit kanker menjadi tidak harus muncul kankernya, dan yang tidak punya bakat kanker pun tidak harus jadi muncul penyakit kankernya. Bahwa sejatinya kanker itu bisa kita cegah.

Tentu yang saya maksudkan dengan kanker di sini bukan kantong kering. Namun, kalau soal bagaimana mengisi kantong kering yang Anda tanyakan kepada saya, terus terang saya angkat tangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here