Kebaktian Penahbisan Pnt. Yoel Ang, S.Si “IKUTLAH AKU & PERGILAH!”

0
442

Hal yang paling melegakan sekaligus membahagiakan adalah mendapatkan apa yang telah lama diharapkan dan dinantikan. Melegakan karena penantiannya berakhir, membahagiakan karena harapannya menjadi nyata. Demikian juga dengan jemaat GKI Denpasar.

Setelah menanti-nantikan seorang hadirnya seorang Pendeta, akhirnya pada tanggal 20 Oktober 2014, doa dan harapan jemaat GKI Denpasar terjawab. Bersamaan dengan hari dilantiknya Presiden Indonesia yang ketujuh dalam diri Bapak Joko Widodo, ditahbiskan pula Pnt. Yoel Ang menjadi Pendeta dengan basis pelayanan di GKI Denpasar.

Tepat pada pukul 18.00 waktu setempat, kebaktian diawali dengan iringan gamelan tradisional bali yang berpadu apik dengan alat musik band. Lima orang penari dengan kostum khas penari Bali memasuki ruangan kebaktian membawakan sebuah tarian yang dinamakan: Tarian Malaikat. Tarian yang menggambarkan sukacita dan penyembahan para Malaikat kepada Tuhan ini mengawali kebaktian dan sekaligus mengiringi prosesi 78 Pendeta memasuki ruang kebaktian. Pendeta-pendeta yang hadir pada saat itu bukan hanya dari kalangan GKI saja, tetapi juga dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) dan juga Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB). Kebaktian penahbisan kali ini sangat kental dengan nuansa etnik Bali, didukung oleh pakaian khas Bali yang dikenakan oleh seluruh Penatua, Panitia & pendukung kebaktian. Tidak lupa juga dengan iringan gamelan Bali yang membawa kita masuk dalam nuansa khas Bali, dan uniknya, bahkan termasuk Pnt. Yoel Ang pun ikut mengenakan udeng (semacam ikat kepala khas Bali) di kepalanya.

Kebaktian penahbisan ini dipimpin oleh Pdt. Ellisabeth Hasikin dari GKI Citra Raya-Jakarta sebagai utusan dari Sinode GKI. Pdt. Ellisabeth Hasikin, dalam kotbahnya yang bertema: “Ikutlah Aku dan Pergilah!”, mengawalinya dengan sedikit bercerita tentang kepemimpinan Jokowi (yang juga dilantik pada hari yang sama) yang membuat terobosan dengan berbagai karya-karya nyatanya untuk bangsa ini. Seorang pemimpin yang mau turun menjumpai rakyat, dan juga seorang pemimpin yang mau bekerja demi rakyatnya. Inilah sebuah model kepemimpinan yang nampaknya dinanti-nantikan oleh banyak orang. Pdt. Ellisabeth selanjutnya juga membahas tentang model kepemimpinan Yesus, kepemimpinan yang juga mau turun ke lapangan, menginspirasi banyak orang & memberdayakan para rasul.

Model kepemimpinan inilah yang disebut dengan kepemimpinan “Ikutlah Aku & Pergilah!” Di akhir kotbahnya, Pdt. Ellisabeth berpesan kepada jemaat pada umumnya dan Pnt. Yoel Ang pada khususnya agar menjadi pemimpin yang bisa menjadi teladan dan juga senantiasa menjadi seorang pemimpin yang memberdayakan sesama.

Nuansa kebaktian ini menjadi makin berkesan manakala ada beberapa persembahan pujian yang dibawakan oleh PS Perista (Paduan suara suami-istri Pendeta), His Voice (Trio dari GKI Denpasar) dan PS Gabungan GKI Denpasar. Setiap lagu yang mereka nyanyikan nampak dipilih dengan baik, sehingga setiap liriknya menunjang tema dan aliran liturgi yang ada. Dalam pelayanan penahbisan, disitu Pnt. Yoel Ang menjawab dengan yakin dan sepenuh hati bahwa beliau siap mengemban tanggung-jawab barunya sebagai seorang Pendeta GKI. Momen puncak pun terlaksana dengan nuansa sakral yang luar biasa, ketika seluruh Pendeta bertoga yang hadir pada saat itu maju ke altar dan menumpangkan tangan atas diri Pnt. Yoel Ang. Sungguh sebuah momen berharga yang jarang sekali dijumpai oleh jemaat.

Setelah seluruh rangkaian liturgi telah selesai diselenggarakan, kebaktian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI diwakili oleh Pdt. Purboyo Susilaradeya, dari Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG) Kota Denpasar diwakili oleh Pdt. I Ketut Sudiana, dan dari Majelis Jemaat GKI Denpasar yang diwakili oleh Pnt. Langlang M. Turker selaku Ketua Majelis GKI Denpasar. Dan terakhir, Pendeta baru dalam diri Pdt. Yoel Ang bersama dengan sang istri juga turut memberikan kata sambutan. Setelah itu, rangkaian acara ditutup dengan ucapan selamat kepada Pdt. Yoel Ang, foto bersama, dan jamuan makan malam. Puji Syukur kepada Tuhan yang telah menyertai segala persiapan hingga terselenggaranya kebaktian penahbisan, sehingga semuanya boleh berjalan dengan baik. Selamat untuk Pdt. Yoel Ang, dan tentu saja, selamat untuk GKI Denpasar. Tuhan memberkati!

Penulis : Pnt. Nian Dwiyaningrum – GKI Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here