Mata Anda Tiba-Tiba Kabur? Kenali Dulu Beberapa Kelainannya

0
186

Fadjar H. Simatupang, Sp.M *)

 

Kelainan refraksi

Ada beberapa pertanyaan yang sering muncul ketikase seorang datang ke klinik atau praktik dokter mata, yaitu mata saya kabur apakah saya harus pakai kacamata, apakah kacamata harus dipakai sepanjang hari, apakah pemakaian kacamata membuat ukuran minusnya bertambah, apakah saya bisa sembuh bila makan wortel dan memakai kacamata tiap hari? Sebelum menjawab masalah tersebut, mari kita membahas terlebih dahulu tentang kelainan refraksi, yang kasusnya saat ini makin banyak.

Kelainan refraksi adalah suatu kondisi dimana bayangan yang kita lihat tidak dibiaskan tepat di retina /selaput jala, tetapi bisa jatuh di depan atau di belakang retina. Seseorang dengan kelainan refraksi datang ke klinik mata dengan keluhan kabur, sakit kepala terutama di daerah dahi, mata berair, pusing, mengantuk dan mata terasa pedas. 

Prevalensi kelainan refraksi di Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 27,4 % dan 10 % dari anak usia sekolah terkenak elainan refraksi. Kelainan refraksi merupakan urutan pertama dari kunjungan pasien ke dokter mata. Bila kelainan refraksi tidak dikoreksi sejak dini maka dapat mengakibatkan amblyopia (visus tidak berkembang), juling sampai kebutaan. Kelainan refraksi menduduki urutan ke-3 penyebab kebutaan di Indonesia sesudah katarak dann glaukoma. Kelainan refraksi dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan menurunkan derajat sumber daya manusia.

Kelainan refraksi terdiri 3 macam yaitu:

Miopia / rabun jauh

Suatu kondisi dimana bayangan yang kita lihat dibiaskan di depan retina. Penderita myopia biasanya tidak bisa melihat jauh dengan baik, tetapi benda dekat bisa dilihat dengan jelas.

Istilah myopia sendiri sebenarnya baru dikenal pada sekitar abad ke 2, yang mana terbentuk dari dua kata, meyn yang berarti menutup, dan opia yang berarti mata. Ini memang menyiratkan salah satu ciri – ciri penderita miopia yang suka memicingkan matanya ketika melihat sesuatu yang baginya nampak kurang jelas.

Beberapa hal yang mempengaruhi resiko terjadinya miopia, antara lain :

  1. Sebagian besar kasus rabun jauh disebabkan oleh penurunan sifat dari orang tua.
  1. Faktor Etnis. Kasus kelainan refraksi terbanyak pada orang Asia, khususnya Ras China, memiliki kecenderungan miopia yang lebih besar dari pada orang Eropa dan Amerika.
  1. Perilaku yang kurang sehat, misalnya:
    • Kebiasaan melihat jarak dekat secara terus-menerus.
    • Membaca sambil tiduran.
    • Membaca di tempat dengan penerangan kurang.
    • Membaca terlalu lama tanpa beristirahat.
    • Terlalu lama bekerja di depan komputer, nonton TV serta main gadget

Pengobatan penderita myopia dikoreksi lensa minus bisa dengan kacamata atau lensa kontak. Pilihan lain dengan melakukan bedah refraktif, seperti radial keratotomi, atau dengan laser seperti Lasik.

Hipermetropia/rabun dekat
Gambar Astigmat

Suatu kondisi dimana bayangan yang kita lihat dibiaskan di belakang retina. Pada hypermetropia keluhan utamanya adalah kabur bila melihat obyek dekat serta jelas bila melihat obyek yang jauh. Keluhan yang lainnya kadang disertai pusing dan tidak nyaman ketika melihat obyek. Ratio kelainan ini cenderung sedikit dibanding orang yang menderita myopia.

Pengobatan penderita Hipermetropia dikoreksi lensa positif, bisa dengan kacamata atau lensa kontak. Seperti myopia dapat juga dengan melakukan bedah refraktif seperti radial keratotomy dan Lasik.

Astigmat/silindris
Gambar Mata

Adalah suatu keadaan dimana bayangan tidak dibiaskan dengan kekuatan yang sama pada seluruh bidang pembiasan, sehingga focus pada retina tidak pada satu titik. Hal inidi sebabkan terdapatnya dua bidang (meridian) ekstrim yang saling tegak lurus yang mempunyai kemampuan berbeda dalam membiaskan sinar sejajar tersebut.

Pada kelainan astigmat keluhan utamanya jika untuk melihat obyek akan terjadi bayangan ganda jika melihat dengan mata satu (diplopia), adapun keluhan yang lainnya kadang disertai pusing dan tidak nyaman ketika melihat obyek. Ratio kelainan ini cenderung sedikit dibanding orang yang menderita myopia, tetapi lebih banyak dari pada orang yang menderita hypermetropia.

Gambar Miopia

Penderita Astigmat dikoreksi dengan kacamata silindris, lensa kontak maupun bedah refraktif. Tetapi tidak seperti kelainan refraksi lainnya (Miopia/Hiper-metropia) tidak semua penderita astigmat bisa dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak, hanya jenis Astigmat regular saja yang bisa di koreksi. Ini karena pada jenis astigmat ireguler bayangan yang terbentuk lebih dari 2, sehingga tidak mungkin dikoreksi.

Pasien kelainan refraksi akan diperiksa dulu tajam penglihatan natural, setelah itu akan di koreksi dengan lensa coba hingga mendapatkan tajam penglihatan terbaik. Kacamata adalah alat bantu yang paling banyak di gunakan, kelebihannya tersedia dalam berbagai model, mudah dilepas serta melindungi mata dari debu.  Tetapi kadang kacamata kurang nyaman bagi pemakainya (terasa berat), mudah pecah serta mudah berembun.

Gambar Hipermetropia

Pemakaian lensa kontak adalah solusi bagi yang tidak suka pakai kacamata. Kelebihan lensa kontak dibandingkan kacamata yaitu: lebih nyaman, lebih enak beraktivitas serta penglihatan lebih baik. Tetapi tidak semua bisa menggunakan lensa kontak, khususnya anak-anak dan orang tua. Selain itu ada juga kekurangannya seperti perawatan ekstra yaitu saat memasang dan melepas harus dibersihkan terlebih dahulu, mudah iritasi, menyebabkan mata kering serta kesulitan untuk adaptasi.

Bedah refraksi mata juga dapat sebagai pengganti lensa kontak dan kacamata. Bedah refraksi khususnya Lasik mempunyai keberhasilan tinggi, pasien cukup rawat jalan oleh karena tindakan operasi singkat, tidak ada rasa sakit waktu operasi dan hanya memakai anestesi tetes mata. Kekurangannya biaya operasi mahal, rasa nyeri iritasi serta bisa terjadi over atau under koreksi.

Menjawab pertanyaan diatas pemakaian kacamata atau lensa kontak adalah sebagai alat bantu penglihatan, serta bisa dipakai sepanjang hari atau waktu tertentu sesuai keperluan. Pemakaian kacamata tidak menambah atau menyembuhkan kelainan refraksi. Makan wortel atau sayuran tentunya baik untuk kesehatan kita tapi tidak untuk menyembuhkan kelainan refraksi.

 *) Dokter Spesialist Mata

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here