Penahbisan Pnt. Yoses Rezon Suwignyo, S.Si. – TETAP BERBUAH DISEPANJANG MUSIM

0
69

Tinggal dan berbuah, demikian kata kunci menjadi seorang hamba Tuhan. Semakin dekat dengan Tuhan, makin memahami kehendak-Nya, dan kita akan diubahkan. Jika Firman Tuhan di dalam kita, maka kita mesti belajar dan memahami kehendak Tuhan. Itulah sebagian khotbah yang disampaikan Pdt. Budi Cahyono Sugeng berdasarkan Yohanes 15:1-8, dalam kebaktian penahbisan pendeta dalam diri Pnt. Yoses Rezon Suwignyo, S.Si pada 21 November 2016.

Seringkali jika ditanya, sebagian pendeta akan menjawab tidak bercita-cita untuk menjadi seorang pendeta. Itu juga yang dirasakan Yoses Rezon Suwignyo, “Menjadi pendeta itu terlalu berat! Terlalu kudus! Tidak kereen!” Katanya dalam autobiografi yang ditulisnya.

Namun, setelah mengalami lika-liku perjalanan hidup, pemuda yang pernah menjadi koster gereja ini menetapkan hati sekolah teologi di Duta Wacana sebagai babak kehidupan baru menjadi seorang pendeta. Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sidoarjo adalah tempat yang disediakan Tuhan sebagai ladang pelayanannya.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Petrus Suwignyo dan Krisminarti ini lahir di Dusun Tanjung-Ngablak, Kediri Jawa Timur. Dusun inilah yang menjadi tempat Yoses belajar, bermain, bekerja dan membantu orangtua. Belajar tentang pelayanan di dapatnya ketika ia aktif melayani di GKI Kediri, Bakal Jemaat Tanjung.

“Kuncup Merekah, Ranting Berbuah” menjadi tema yang diambil dalam penahbisan pendeta yang dihadiri pendeta-pendeta GKI seluruh Jawa Timur. Di acara penahbisan ini, Pnt. Yoses mengenakan baju khas Sidoarjo, hal ini menunjukkan kesiapannya dalam melayani jemaat Sidoarjo pada khususnya dan masyarakat Sidoarjo secara umum.

Setelah pelayanan penahbisan berupa pengenaan pakaian jabatan, seperti toga, stola, dan kalung salib, juga ada penyerahan alkitab, bejana baptisan, dan perangkat perjamuan kudus. Tak lupa juga penyerahan piagam penahbisan pendeta dan perangkat-perangkat sinodal.

Acara penahbisan yang digelar di GKI Sidoarjo ini diwarnai dengan nuansa kebhinekaan, terlihat dari hadirnya pelbagai tokoh lintas iman, yang tentunya turut mendoakan pendeta yang ditahbiskan tersebut. Sungguh menjadi suasana yang menyejukkan bagi kita semua. Hal ini karena Yoses melibatkan diri dalam hubungan lintas iman, seperti dengan kelompok Gusdurian, Pondok Pesantren dan gerakan lintas iman lainnya. Selamat manjalankan tugas kependetaan. Tuhan menyertai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here