Menjadi Garam atau Adalah Garam

0
131
Sebuah Anekdote

Ada sebagian orang Kristen mengakhiri perjumpaannya dengan orang lain dengan berkata: “Tuhan memberkati”. Baik kan ucapan itu?. Kalau dalam bahasa tulisan di medsos (media sosial) sering disingkat: GBU (God bless You). Begitulah kita memahaminya. Dalam “Klirumonologi” yang diangkat sebagai humor diartikan berbeda-beda. Bagi ibu sipenjual di warteg (warung tegal) memakai GBU untuk memberi warning kepada pelanggan yang nakal. Makna GBU yang ditulis di tirai kain penutup warung oleh siibu diartikan “Gak Boleh Utang”. Tapi dasar humor, ada saja yang bikin ulah. Si isteri yang tergantung keuangannya pada suami, melakukan sms (short message service) “GBU” dengan maksud “Gua Butuh Uang”. Nah, satu kata GBU bisa memiliki beberapa arti, tergantung si pemakainya.

Sebuah Kebiasaan

Sampai sekarang saya masih mendengar kata-kata verbal atau tulisan yang mengatakan: “Jadilah Garam dan Terang”. Saya terusik karena pikir saya, bagaimana caranya saya “menjadi” garam dan terang itu. Bisakah itu terjadi? Bukankah kata jadilah itu sebuah proses, bukan fungsi. Padahal kata yang diucapkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. “Kamu adalah garam dunia, kamu adalah terang dunia”. (Matius 5: 13a,14a). Dalam Hermeneutika (Ilmu tafsir) ayat ini tergolong metafora. Maka ketika seorang percaya Kristus, fungsinya adalah garam dan terang. Kalau tidak berfungsi, konsekuensinya dibuang dan diinjak orang, tidak ada fungsi setengah-setengah. Tetapi mengapa ada ungkapan kata-kata: Kamu harus menjadi garam? Kamu harus menjadi terang?

Bagaimana Semestinya

Mari kita telusuri dari bahasa aslinya. Alkitab bahasa Yunani dituliskan:  (humeis este to halas tes ges) ayat 13a dan (humeis to phos tou kosmou) ayat 14a. Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) ditulis: “Kalian adalah garam dunia”. Kata kalian dalam konteks ini lebih tepat, karena merujuk pada murid-murid-Nya dan orang-orang percaya (bentuk jamak dari kata “kamu”).  Yesus tidak sedang berbicara secara pribadi seperti percakapan Yesus dengan Petrus di Yoh. 21:15-17. Bentuk to be (bahasa Inggris: am, is, are) menunjuk kepada fungsi, tetapi juga menyatakan sesuatu existence (keberadaan). Demikian dalam bahasa Yunani pemakaian kata “este”, yang diterjemahkan “adalah”. Jadi fungsi dan eksistensi orang percaya adalah garam dan terang.

Perbandingan Beberapa Terjemahan

Bicara soal garam dan terang, mari kita bandingkan Alkitab New International Version yang  juga sama dengan terjemahan Alkitab King James Version (2000), World English Bible, American Standard, New English Translation.

Ayat 13a: “You are the salt of the earth”, dan ayat 14a: “You are the light of the world”.

Kata earth artinya bumi, tanah, dunia, sedangkan world artinya dunia.

Ada sedikit perbedaan kata ‘bumi’ (he ge = the ground, tanah, daratan, tempat di mana kita berada Matius 10:29, Markus 8:6;  the earth Matius 13:5, 8, 23, country, territory, negara),ditulis 250 x dalam P.B. Sedangkan ‘dunia’ (ho kosmos = the harmonious arrangement, Matius 4:8, 18: 7; tatanan dunia, alam semesta, jagad raya), ditulis 186 x dalam P.B.

Bahasa Daerah

Alkitab bahasa Jawa (1981) diterjemahkan: Kowe iku padha dadi uyahing bumi (ayat 13a). Kowe iku pada dadi pepadhaning jagad (ayat 14a). Lalu Alkitab bahasa Jawa (2006) terjemahannya dirubah: Kowe iku uyahing bumi (13a) dan Kowe iku pepadhanging jagat. Ini lebih tepat dengan teks asli bahasa Yunaninya.

Garam itu berinteraksi dengan bumi atau tanah. Barangkali dari terjemahan bahasa Jawa tahun 1981 ini istilah bahasa Jawa “dadi” yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “menjadi” itulah yang menyebabkan kerancuan mengatakan Matius pasal 5 ayat 13a dan 14a. Namun kalau itu sudah direvisi tahun 2006, tidak ada lagi kata menjadi.

Hal yang sama juga diterjemahkan Alkitab bahasa Batak Toba ayat 13a: Hamu do sira ni tana on. Ayat 14 a: Hamu do panondang ni portibion. Sedangkan Alkitab bahasa Nias, ayat 13 a: Asio gulidano ami, dan ayat 14a: “Haga banua ami”. Keduanya juga berarti: “Kalian adalah garam bumi, Kalian adalah terang dunia.”

Bertolak dari terjemahan itulah, maka lebih tepat dikatakan: “Kalian adalah garam bumi dan kalian adalah terang dunia”. Kalau mau memakai bentuk imperatif, ya katakan saja: “Kalian harus berfungsi sebagai garam/ terang”  Semoga rubrik opini ini bisa menjadi rujukan revisi terjemahan Alkitab yang terus disesuaikan oleh Lembaga Alkitab Indonesia.

*) Senior Editor Majalah Berkat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here