Rayakan HUT 1 Tahun FBM Kuatkan Barisan

0
134

Forum Beda Tapi Mesra, biasa disingkat FBM merayakan hari jadi satu tahun pada 14 Oktober 2017. Perayaan ini dihadiri seluruh pengurus serta anggota yang terdiri dari pelbagai unsur agama, seperti Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik, dan Konghucu, juga beberapa aliran kepercayaan serta ada pula pemuda Banser dan Ansor.

Menguatkan Pondasi dan Barisan.” Itulah yang menjadi fokus utama FBM di usia satu tahun ini. Sedangkan tema yang diangkat pada acara yang digelar di Warung Palem Asri, Jl. Kartini, Surabaya ini adalah, “Merajut Kebersamaan di Tengah Perbedaan.”

“Ibarat sebuah musik orkestra, dimana semua alat musik berusaha main dengan merdu. Namun, ada alat musik yang sumbang dan akhirnya tidak bisa mengikuti irama orkestra secara keseluruhan tersebut,” itulah gambaran yang dipaparkan Ketua Umum FBM, K.H. Achmad Suyanto dalam sambutannya.

Selanjutnya K.H. Achmad Suyanto mengatakan, bahwa FBM terlebih dulu melakukan penguatan internal dan meletakkan pondasi-pondasi kebersamaan serta kekeluargaan sebelum melakukan program-program lebih besar, sebab jika pondasi belum siap maka program yang dijalankan bisa bubar di tengah jalan.

Sementara itu ketua panitia perayaan hari ulang tahun FBM sekaligus ketua 1, Pdt. Robert Siregar menegaskan, bahwa ini sesuatu pekerjaan yang harus kita kerjakan bersama. Satu pekerjaan yang menyenangkan meski banyak tantangan. Tetapi ketika kita rajut bersama kebersamaan dengan melibatkan anak-anak Tuhan dan anak Bangsa, maka peruncingan kultur justru akan menjadi sebuah kilauan yang membawa manfaat.

Forum Beda tapi Mesra ini dimulai dari kumpul-kumpul lintas agama yang ingin adanya perubahan lebih baik terlebih maningkatnya krisis kerukunan yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nah, dalam mengumpulkan orang-orang lintas agama ini menjadi sebuah seni, sebab ada perpaduan antara Kiai, Pendeda, Romo, Bante, Samanera, Biksu dan lain-lain menjadi sebuah forum bersama.

Selaku Bendahara Umum FBM, bapak Tatang menambahkan, bahwa kalau dilihat dari segi usia FBM ini masih sangat muda, tapi apa yang sudah kita wacanakan adalah kerukunan umat beragama, inilah yang akan kita hidupkan. Harus ada visi misi yang sama. “Dalam perjalanan ini tentunya ada banyak kekurangan tapi kita terus berusaha memperbaiki dengan terus membina baik segi mental maupun moral. Bagaimana kita membina pengurus menjadi profesional dalam menjalankan misi ini. Yang kita perlukan kualitas dan juga kuantitas,” jelas pak Tatang lebih lanjut.

Kedepan, FBM ingin melebarkan sayap dengan program-program yang bermanfaat bagi NKRI. Dan program besar yang telah disiapkan, yaitu bidang advokasi dan penguatan ekonomi. Diharapkan program ini akan menjawab persoalan yang sering terjadi, seperti penutupan tempat ibadah dan masalah kebebasan beragama.

Usai acara, dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol ulang tahun. K.H. A Chaiyi selaku pembina FBM diminta melakukan pemotongan tumpeng berupa nasi kuning lengkap dengan lauk-pauk yang diberikan kepada Ketua Umum, K.H. Achmad Suyanto, selanjutnya diikuti para pengurus menikmati makan bersama dalam keberagaman tersebut. (doc/brkt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here