Terus Terang Salah Kaprah

0
218

Ada iklan produsen lampu yang bilang apa adanya (terus terang). “Terus terang, Philips terang terus”. Woo, luar biasa. Pasti orang pingin beli karena kualitasnya terjamin. Tidak terang, terus redup, lalu terang lagi. Atau bahasa Jawanya: byar, pet, byar, pet. Lalu mati tidak ada terang lagi. Jadi dijamin terus terang.

Tapi yang satu ini bukan iklan, Tuhan Yesus yang omong sendiri kepada murid-murid-Nya.
“Akulah terang dunia; barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12). Alkitab bahasa Jawa: “Aku iki pepadhanging jagad”.  Yesus sudah menyatakan dirinya adalah terang dunia (to pos tou kosmou). Tidak heran kalau Matius mencatat bahwa Yesus menghendaki orang yang telah percaya kepada Dia juga begitu.

Perhatikan Matius 5:16 “Kamu adalah terang dunia”, Lebih jelas dan tepat Alkitab BIS: “Kalian adalah terang dunia”  Ini yang sesuai bahasa aslinya. Karena teks bahasa Yunani tidak memakai katu (su) yang artinya kamu, tetapi (humeis) yang artinya “kalian atau kamu sekalian”. Jadi pesan itu tidak disampaikan Yesus kepada satu orang, tetapi kepada beberapa orang dengan memakai bentuk jamak dari kamu. Ini salah kaprah pertama.

Gelap!  Kebanyakan anak kecil takut gelap. Namun, ada juga orang dewasa yang takut gelap. Terasa sesak atau sulit bernapas bila gelap. Muncul pelbagai masalah bila gelap. Gelap bisa membuat tidak nyaman.  Kecuali kalau ada orang yang sengaja suka di tempat gelap. Wah, yang itu ndak perlu dibahas. Sudah jelas habitatnya siapa dia. 

Nah, inilah salah kaprah kedua, ketika orang mengatakan: “Kamu harus menjadi terang”.

Dalam hati saya bertanya, kalau gitu orang Kristen itu belum berfungsi sebagai terang? Kalau terangnya tidak berfungsi, barangkali bisa jadi waktu menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, dia masih hidup secara duniawi dan tetap memakai manusia lama.

Pengikut Yesus tidak akan berjalan dalam kegelapan. Arti kegelapan yaitu: tidak menurut hukum yang berlaku atau mengabaikan hukum Allah. Kegelapan juga berarti tempat penuh ratapan dan hukuman, yang kelak berakhir di neraka. Ketidak-pedulian dan kebutaan rohani adalah akibat dosa. Lambang orang yang kurang yakin akan kehadiran Allah dalam hidupnya. Lambang segala sesuatu yang jahat. Lambang kematian rohani.

Yesus adalah Terang, maka pengikut-Nya tidak akan berjalan dalam kegelapan  Ia tidak akan melakukan segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan. Hatinya dipenuhi kasih Allah. Ia tidak akan berada dalam penghukuman Tuhan karena ia hidup dalam kebenaran-Nya.  Ia selalu yakin akan kehadiran Tuhan dalam hidupnya, sehingga ia selalu waspada dengan perilakunya. Ia selalu bergantung kepada Tuhan, bukan kepada manusia atau apa pun juga.

Kalau kita adalah anak-anak terang, seharusnya tidak ada kegelapan, tidak ada perbuatan kegelapan yang kita lakukan.

Lho kok ditambah “harus menjadi terang”? Kalau itu ditujukan kepada orang belum percaya, oke oke saja. Tapi kalau orang yang sudah percaya kepada Kristus, statusnya yang lama itu berubah. Dulu dia gelap. Ketika sudah percaya Kristus, dia adalah terang. Kita adalah terang bukan dari diri kita sendiri, tetapi Yesus yang menjadi sumber terang dan kita yang memancarkan terang-Nya itu. Jadi kalau mau mengatakan kepada orang Kristen seharusnya: “Hendaknya kalian itu berfungsi sebagai terang”, karena kalian adalah terang.

Oh saya jadi paham, kelirumologi di atas tadi berasal dari terjemahan Alkitab bahasa Jawa. Kowe iku padha dadi pepadhanging jagad. Kata jagad terjemahan dari kosmos, sudah  benar. (humeis este to pos tou kosmou). Memang kata dadi dalam bahasa Jawa itu artinya menjadi.  Maka banyak orang berkata: Harus menjadi terang. Lha ini salah kaprah ketiga dari terjemahan bahasa Jawa. Tetapi memang bahasa itu unik, yang penting  jangan kehilangan maknanya.

Bila mata kita gelap, maka hati pasti gelap. Gelap hati itu berarti gelap rohani. Itulah hidup dalam kegelapan. Kita perlu menyadari bahwa kita adalah pengikut Kristus. Kesadaran itu tercermin dalam perilaku yang sesuai dengan Firman Allah. Jadi, kita tidak melakukan segala sesuatu dalam “kegelapan” lagi. Orang yang hidup dalam kegelapan, ia tidak mengetahui ke mana ia akan pergi, ia kehilangan arah.  “Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi” (Yoh 12: 35b)

Semoga menyongsong era baru pasca pesta demokrasi bangsa kita, orang Kristen adalah terang. Maka fungsinya harus makin nyata dalam kehidupan keluarga, bisnis, pelayanan, politik dan semuanya. Dampaknya nyata dan dilihat orang lain, ada pertumbuhan iman dan berbuah menjadi berkat buat orang lain.  Terus terang, anak-anak Tuhan adalah terang. Jadi harus terus terang! Setuju kan?

*) Dosen STAS (Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here