Seminar Kebangsaan Memperingati Hari Sumpah Pemuda : Sumpah, Aku Cinta Indonesia!

0
210

Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Surabaya bekerja sama dengan Forum Rohmatan lil-Al-Amin (Forla) Surabaya mengadakan acara Seminar Kebangsaan dengan tema “Sumpah, Aku Cinta Indonesia!”

Hadir di acara ini beberapa tokoh lintas agama di Jawa Timur, seperti Pdt. Simon Filantropa (Ketua PGI Wilayah Jatim), Pdt. Relamenanti Baeha, Pdt. Yoses Rezon Suwignyo (GKI Sidoarjo), K.H. Muhammad Zakki (Pendiri Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo), I Wayan Suraba (Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia cabang Surabaya), Romo Eko Budi Susilo (Vikaris Jendral Keuskupan Surabaya), Romo Agus (Ketua Komisi Hubungan Antar Keagamaan Keuskupan Surabaya), dan lain-lain.

Tak hanya itu, acara yang diselenggarakan pada 26 Oktober 2017 di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) ini, dihadiri pula beberapa organisasi lintas agama maupun lintas golongan, seperti Formagam, Roemah Bhinneka, Indonesia Tionghoa (INTI), Majelis Tinggi Agama Konghuchu (MATAKIN), GusDurian, Pemuda Ansor, Jemaah Ahmadiyah Surabaya, Kaum Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan yang Mahaesa, dan masih banyak lainnya.

Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Kuncoro Foe melalui sambutannya mengatakan, bahwa penting menghidupkan kembali semangat antusiasme mencintai Indonesia di tengah-tengah kemajuan zaman. Beliau juga sangat mendukung acara semacam ini, terutama berkaitan dengan seminar kebangsaan.

Ada pun tiga pembicara utama yang dihadirkan, yaitu Mgr. Ignasius Suharyo (Ketua KWI sekaligus Bapak Uskup Keuskupan Agung Jakarta), Pdt. Albertus Patty (Ketua IV PGI Pusat), dan K.H. Masdar Farid Mas’udi (Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Beberapa hal menarik disampaikan oleh masing-masing pembicara.

Kiai Masdar dihadapan peserta seminar mengatakan, bahwa penting sekali membedakan antara agama dan negara. “Agama itu ada untuk manusia dan manusialah yang bisa beragama. Sementara negara tidak bisa beragama, sebab beragama itu berasal dari hati yang mana hati itu hanya ada pada diri manusia.”

Sementara itu, Pdt. Albertus Patty melihat perspektif berbeda, yakni membahas perkembangan perlakuan anak muda Indonesia zaman sekarang yang cenderung acuh tak acuh terhadap kondisi bangsa, sekaligus menjadi “korban” dari perkembangan arus modernisasi.

“Anak muda harusnya sadar dan tetap menunjukkan sikap kritis terhadap perkembangan zaman seperti pemuda pada era persiapan kemerdekaan. Dengan adanya pemuda-pemuda yang kritis tentunya bisa menghasilkan suatu gerakan yang senantiasa baru. Hal ini dapat kita lihat bersama dalam perkembangan sejarah para pemuda bangsa Indonesia berhasil melakukan banyak terobosan, seperti Sumpah Pemuda, Peristiwa Rengasdengklok, dan lain-lain.” Papar Pdt. Albertus Patty.

Selain itu, anak muda Indonesia dapat mengisi dan mengolah keberagaman, sebab dari keberagaman itulah muncullah kekhasan dan kekuatan bangsa ini. “Indonesia kuat karena keberagamannya, tidak seperti Uni Sovyet yang runtuh sendiri.” Tandasya lebih lanjut.

Sebagai pembicara terakhir, Mgr. I. Suharyo menungkapkan, bahwa sebagai orang beragama idealnya kita mengekspresikan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat kita. Beliau juga menyampaikan bahwa orang Indonesia, terutama orang Katolik Indonesia, idealnya tetap menjunjung tinggi semangat 100% Katolik 100% Indonesia.

Sebagai contoh sederhana, bahwa orang Katolik Indonesia pada awalnya sudah ditanamkan sikap mencintai agama dan negara dengan adanya “Doa Syukur Agung Kemerdekaan Indonesia,” yang mana ini hanya dapat ditemui di Indonesia yang beragam. “Justru, di negara-negara semacam Filipina, bahkan Vatikan sendiri yang mayoritas adalah Katolik, tidak ada Doa Syukur Agung yang bersifat kemerdekaan bangsanya sendiri”, tambahnya.

Sebagai orang beragama sekaligus berwarganegara Indonesia, penting mengharmoniskan antara beragama dan bernegara terutama dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup rangkaian acara seminar, baik panitia maupun seluruh peserta diminta berdiri sekaligus bersumpah kembali, yakni “Sumpah Cinta Indonesia”. Adapun isi sumpah tersebut adalah:

Kami, Bangsa Indonesia Bersumpah:
  • Mencintai satu negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Mencintai satu bangsa, Bangsa Indonesia yang Ber-bhinneka Tunggal Ika
  • Mencintai satu Indonesia, Indonesia yang berdasarkan Pancasila

 (Red/MA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here