Hidup Sehat Menjadi Tanggung Jawab Bersama

0
224

Rasa-rasanya kalau berbicara tentang gaya hidup sehat, sudah sejak zaman dulu telah digembar-gemboarkan, baik itu di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah bahkan di kantor-kantor. Padahal kesehatan menjadi faktor utama agar setiap orang bisa melakukan aktivitas secara maksimal. Namun, seringkali himbauan pola hidup sehat tersebut justru sering diabaikan.

Kemajuan teknologi baik informasi maupun transportasi turut ambil bagian menjadi penyebab berubahnya gaya hidup masyarakat. Misal, kurangnya aktivitas fisik karena lebih banyak menghabiskan waktu di depan tv, bermain game, dan duduk di depan komputer. Dalam hal menkonsumsi makanan pun, masyarakat sekarang lebih banyak mengkonsumsi makanan cepat saji dan kurangnya makan buah dan sayur.

Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya perubahan pola penyakit, yang disebabkan berubahnya perilaku manusia dalam 30 tahun terakhir ini. Dari penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan, TBC, Diare dan lain-lain beralih ke penyakit tidak menular, seperti stroke, jantung, kanker, dan kencing manis. Penyakit tidak menular ini yang sejak tahun 2010 menjadi penyebab terbesar kasakitan dan kematian. Parahnya lagi, penyakit tidak menular ini bukan hanya menyerang usia tua, tetapi telah bergeser ke usia muda, dari semua kalangan baik yang tinggal di kota maupun desa.

Menghadapi semua itu, pemerintah telah dan terus melakukan upaya menyadarkan kembali akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehari-hari. Upaya tersebut tidak lagi hanya membangun kesehatan secara kuratif – rehabilitatif (menolong, menyembuhkan dan merehabilitasi), tetapi lebih kepada promotif – preventif (memajukan, meningkatkan dan mencegah).

Lantas di susunlah sebuah gerakan yang sistematis, terencana dan terus menerus yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemajuan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Gerakan ini yang kemudian kita kenal dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat “Germas.” Gerakan ini bermula dari arahan Wakil Presiden RI dan menjadi panduan bagi lintas sektor terkait dalam berpartisipasi aktif mendorong masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

Namun, sebuah gerakan tidak akan berjalan jika tidak ada dukungan. Untuk mencari dukungan diperlukan wadah yang dapat menjadi motor penggerak bagi gerakan tersebut. Persekutuan Pelayanan Kristen Untuk Kesehatan di Indonesia, yang disingkat “Pelkesi” merupakan satu wadah persekutuan dari Lembaga-Lembaga dan Insan Kristen dalam bidang pelayanan dan pendidikan kesehatan se-Indonesia. Wadah inilah yang menginisiasi Germas untuk seluruh wilayah Indonesia.

Adapun pembentukan Pelkesi dimaksudkan untuk mengajak Gereja-gereja di Indonesia mengembangkan pelayananan kesehatan secara holistik, meliputi fisik, sosial, ekonomi dan spiritual. Disamping itu, Pelkesi juga memfasilitasi pengembangan kerjasama diantara lembaga pelayanan Kristen di bidang kesehatan.

Salah satu upaya awal yang dilakukan Pelkesi adalah mengadakan lokakarya, sebagai sarana mengembangkan dukungan dari pelbagai unsur masyarakat maupun lembaga pelayanan yang bergerak di bidang kesehatan di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Jawa Timur, forum lokakarya dilaksanakan pada 24 November 2016 lalu.  

Lokakarya sehari dengan tema, “Peran Pelkesi dalam upaya Promotif dan Preventif serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” ini diikuti sekitar 80 peserta dari 26 lembaga pelayanan dan institusi kesehatan di Jawa Timur. Selain unsur gereja dan lembaga pelayanan, hadir juga beberapa perwakilan rumah sakit dan dinas kesehatan dari pelbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Di awal sesi lokakarya berformat panel ini, diadakan ibadah singkat yang dibawakan pendeta Gunawan Agus dari GKJW Ngawi, Jawa Timur. Diteruskan kemudian dengan sesi lokakarya, sesi sosialisasi program, dan sharing pengalaman peserta.

Dalam lokakarya yang digelar di Hotel Horison Surabaya ini, selain pemaparan masalah kesehatan dan upaya-upaya menciptakan gaya hidup masyarakat yang sehat, dibahas pula kebijakan-kebijakan yang harus diambil, serta aspek-aspek implementasi yang harus dilakukan di lapangan.

Melalui diskusi tentang deteksi dini kesehatan, dr. Regowo, M.Kes mengajak peserta memahami kanker payudara dan kanker cerviks. Dengan gamblang dr. Regowo menjelaskan tentang istilah, jenis, dan pengertian kanker itu sendiri. Menemukan adanya kanker secara dini yaitu kanker yang masih dapat disembuhkan, menjadi sesi menarik bagi peserta diskusi.

Tak kalah menarik dengan sesi sebelumnya, di sesi berikutnya Irawaty Manullang, SKM. MARS. memaparkan kebijakan Germas dan keluarga sehat. Bahwa hidup sehat harus menjadi kebiasaan dan kebutuhan. “Ke depan diharapkan orang yang datang ke Puskesmas bukan hanya berobat saja, tetapi hanya melakukan cek kesehatan,” tegasnya.

Upaya-upaya lain yang harus dilakukan oleh lembaga pelayanan maupun lembaga gereja adalah ikut mempromosikan prakti-praktik hidup sehat, misalnya mengkonsumsi makanan sehat, berolah raga secara teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya, dan lain-lain. Dengan kata lain, hidup sehat harus menjadi kebutuhan kita semua.

Pada sesi sharing, ada dua peserta yang berbagi pengalaman, yaitu kader desa siaga Holosobo dan GKJW Jemaat Wotgalih. Mereka menyampaikan program-program yang telah dilaksanakan, mulai dari identifikasi masalah, aksi mendapat dukungan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasinya dalam penerapan hidup sehat tersebut.

Di akhri acara lokakarya ini, seluruh peserta bersama dengan panelis kemudian merumuskan suatu komitmen dan kesepakatan bersama dengan tujuan, bahwa kesepakan yang dibuat bersama ini dapat di promosikan dan dijalankan di tahun-tahun ke depan.

Adapun empat kesepakan bersama tersebut, yaitu melaksanakan aktivitas fisik setiap hari, mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari, memeriksakan kesehatan secara rutin, dan mensosialisasikan budaya tidak merokok. (doc/brkt)

Unsur Gereja dan Lembaga Pelayanan Pendukung Germas:
  1. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

  2. Bappeda Provinsi Jawa Timur

  3. BKKBN Provinsi Jawa Timur

  4. Dinas Kesehatan Kota Surabaya

  5. Dinas Kesehatan Kota Mojokerto

  6. Dinas Kesehatan Kota Kediri

  7. Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang

  8. RS Emma Mojokerto

  9. RSK Mojowarno

  10. RS Baptis Kediri

  11. RS Griya Waluya Ponorogo

  12. RS William Booth Surabaya

  13. STIKES Baptis Kediri

  14. STIKES William Booth Surabaya

  15. Akbid Griya Husada

  16. Majalah Berkat

  17. Tabloid Gloria

  18. JKLPK Region Jawa Timur

  19. Pimpinan/Penatua/Kader GKJW Jemaat Mojokerto

  20. Pimpinan/Penatua/Kader GKJW Jemaat Jombang

  21. Pimpinan/Penatua/Kader GKJW Jemaat Kediri

  22. Pimpinan/Penatua/Kader GKJW Jemaat Mojowarno

  23. Pimpinan/Penatua/Kader GKJW Jemaat Wotgalih

  24. Bala Keselamatan Distrik Jawa Timur

  25. Pustaka Lewi

  26. YBPK Surabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here