Gadget Dan Sisi Negatif Bagi Anak

0
198

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, memudahkan anak mengakses pelbagai macam informasi yang mereka inginkan melalui koneksi internet. Salah satu yang dapat diakses oleh anak adalah “game online”.

Game online adalah permainan yang menghubungkan para pemainnya melalui koneksi internet. Game generasi pertama muncul Atari 2600,  merupakan game yang rilis tahun 1977,  yang lebih dikenal dengan VCS (Video Computer System). Game generasi kedua hadir dengan Atari 7800 tahun 1986. Generasi ketiga muncullah NES (Nintendo Entertaiment System). Game generasi keempat adalah playstation. Sedangkan generasi sekarang adalah “generasi game online”, yang hadir dengan koneksi internet seperti game counter strike, age of empires, clash of clans dan banyak lagi. Game online ini tidak hanya dimainkan melalui komputer tetapi ipod (gadget) atau hand phone pun dapat dimainkan asal ada koneksi internetnya.

 Hasil Penelitian

Hasil penelitian Karuppiah di Singapura terhadap 60 anak usia 5-6 tahun menunjukkan bahwa 65% subjek mulai menggunakan gadget sebelum usia 3 tahun. Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat dan Kanada juga menekankan pemaparan gadget pada anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari, dan dua jam untuk anak 6-18 tahun. Faktanya adalah nak-anak menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics ditemukan bahwa ada bukti kuat bahwa anak yang sudah terpapar dengan layar monitor sebelum usia 2 tahun, akan mengalami gangguan dalam perkembangan bahasa, membaca  dan daya ingat jangka pendek. Penelitian DeLoache dan kawan-kawan pada tahun 2010 mengatakan bahwa tidak ditemukan munculnya kata-kata baru yang dipelajari dari program video  yang dirancang untuk meningkatkan kosa kata anak usia 12-18 bulan. Kata lain adalah stimuli yang di dapat anak usia di bawah 3 tahun dari layar belum dapat mereka pahami. Stimuli dari layar tidak dapat memberikan interaksi dua arah pada anak, tidak ada saling pandang, anak tidak dapat belajar membaca ekspresi, dan yang terpenting merasakan afeksi dari lawan bicaranya melalui nada bicara dan bahasa tubuh,  Anak menjadi “kuper” dan bergaul dengan dirinya sendiri  bertahun-tahun hingga dewasa.

Hasil penelitian Jurnal Pediatrie pada tahun 2004, membuktikan dampak  negatif gadget pada anak-anak  adalah: (1) Gangguan kesehatan mental dan Gangguan belajar. (2)  Obesitas. Penggunaan gadget yang berlebihan diketahui bisa meningkatkan risiko obesitas sampai 30%.  (3)   Gangguan tidur. Sebuah studi menyebutkan 75 % anak-anak usia 9-10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur mengalami gangguan tidur yang berdampak pada penurunan prestasi belajar. (4)  Perilaku Agresif karena banyak video game atau pun tayangan yang berisi tindakan kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, dan kekerasan-kekerasan lainnya. (5) Kecanduan gadget.

Dalam hubungannya dengan perkembangan otak, Penelitian yang dilakukan oleh Walsh pada tahun 2008 mengatakan, bahwa bermain video games akan mengurangi aktivitas pada bagian otak yang mengendalikan “impuls emosional.” Penelitian yang lain, menemukan bahwa area emosional dari otak remaja masih berkembang, sehingga bila anak remaja terpapar pada violence games akan meningkatkan perilaku kekerasan pada anak remaja. Penelitian lain lagi yang dilakukan oleh Swing, Gentile, Anderson dan Walsh  pada tahun  2010 terhadap 1323 anak usia 6 – 12 tahun dan 210  remaja atau dewasa berusia 18-32 tahun menunjukkan ada hubungan antara menonton TV dan bermain video games dengan gangguan atensi.

Pertumbuhan Psikologi Anak

Pertumbuhan adalah saling memperngaruhi antara aspek fisik, emosi, inteligensi maupun sosial.  Pertumbuhannya adalah: Pertama, usia 0-1 tahun: anak harus mengembangkan suatu kepercayaan dasar (basic trust). Kedua, usia 2 sampai 4 tahun: anak-anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orangtua atau orang dewasa. Hal tersebut bukan sekedar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak tersebut bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara sang anak dengan orangtua. Ketiga, usia 4 sampai 7 tahun: Anak-anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri.

Dalam usia ini, orangtua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orangtua sebelumnya. Keempat, usia 7-10 tahun: anak-anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana tekanan pertemanan dan kelompok bermain menjadi dampak yang signifikan. Pada usia ini pulalah anak-anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orangtua. Kelima, usia 10- 12 tahun: masa pra-remaja ini, banyak anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan.

Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif. Keenam, usia 12-14 tahun: anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya.

Bagi yang menggunakan Internet, kebanyakan dari mereka akan tertarik dengan “online chat “. Dalam masa ini, orang tua harus waspada terhadap apa yang dilakukan anaknya. Masa ini merupakan masa yang tepat bagi kebanyakan orang tua untuk bercerita dan berbagi informasi tentang hal-hal seksual kepada anaknya. Ketujuh, usia 14-17 tahun:  masa yang paling menarik dan menantang dalam kehidupan seorang anak remaja dan orangtua. Seorang remaja akan mulai matang secara fisik, emosi dan intelektual.

Solusi untuk Anak Saudara

Saran Prof. Dr, Mifta Hannah, pakar psikologi  dari Universitas Negeri Surabaya mengatakan bahwa: “Dear parents. Untuk mengontrol  penggunaan gadget anak dengan sepengetahuan orangtua. Bisa juga download “apps lock” di play store atau “apps store”. Lebih mak nyus. Bukan cuma apa yang di download saja, tetapi  semua konten di gadget dapat  diblok termasuk semua apps yang sudah terpasang  dari pabriknya, chrome, youtube, video, pic, camera, games, news bahkan play store itu sendiri. Jadi kalau mau download harus lewat orangtuanya”.

Selamat mendampingi anak-anak Saudara yang bermain gadget. Jangan lupa bahwa tugas orangtua adalah memberkati anak-anaknya bukan menjerumuskan anak-anak hidup dalam kenegatifan bersama dengan dunia gadget. Ayat kunci adalah Kejadian 31:55, “Keesokan harinya pagi-pagi Laban mencium cucu-cucunya dan anak-anaknya serta memberkati mereka, kemudian pulanglah Laban kembali ke tempat tinggalnya.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here