Tri Rismaharini Hadiri Ibadah Natal BAMAG Surabaya di GSJA Eben Haezer

0
204

Surabaya, BERKAT. Walikota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri ibadah Natal Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Surabaya di GSJA Eben Haezer Surabaya pada Jumat, 15 Desember 2017. Ibadah Natal ini juga dihadiri Ketua Umum BAMAG Surabaya, Pdt. DR. M. Sudhi Dharma, M.Th.; Gembala Sidang GSJA, Pdt. Teguh Kurniawan; Penasihat GSJA, Pdt. Kaihatu; Pembimas Kristen Jawa Timur, Yunus Doloe, S.PAK., M.M., serta beberapa jajaran Pengurus Harian BAMAG Kota Surabaya.

Mengawali sambutannya atas nama pemerintah Kota Surabaya, Tri Rismaharini atau yang akrab disapa bu Risma ini mengucapkan selamat Natal tahun 2017. Bu Risma juga menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi karena dalam perayaan Natal ini sudah melibatkan anak-anak dalam proses perayaan tersebut. “Sebab dukungan kepada anak-anak harus kita rangkul, saya mencoba belajar mengikuti apa yang mereka senangi, supaya mereka bisa saya rangkul dan nantinya mereka menjadi tulang punggung bagi bangsa ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, perempuan pertama yang terpilih menjadi Wali Kota Surabaya ini mengajak kita semua meninggalkan yang namanya ‘perbedaan’. “Negara ini diperjuangkan dan dibangun dengan susah payah, karena itu janganlah ribut dengan perbedaan-perbedaan yang ada. Kalau perbedaan kita hilangkan, bergandeng tangan dengan kebersamaan, maka Tuhan akan menyayangi kita,” paparnya dihadapan sekitar 400 orang dari pelbagai gereja.

Hal yang lebih menarik lagi disampaikan Walikota, yaitu mengajak membentuk doa-doa bersama. Kebiasaan ini telah dilakukan bu Risma bersama staf-staf nya, sebelum melakukan aktivitas bu Risma selalu mengajak berdoa bersama setiap pagi. “Kekuatan doa sangat luar biasa, gereja harus berdoa bersama-sama. Kalau kita saling menyayangi, Tuhan pasti mendengar apa yang kita mau,” tegas perempuan kelahiran Kediri, 20 November 1961 ini.

Diakhir sambutannya bu Risma mengingatkan untuk jangan takut melakukan kebaikan dalam membantu orang lain. Memperhatikan sekitar kita, peduli dengan keadaan orang lain dan berbuat sesuatu yang positif. “Sebab dengan berpikir positif, maka kita akan maju,” tutupnya.

Turut memeriahkan ibadah Natal ini, ada paduan suara anak dari GKI Residen Sudirman, gerak dan lagu oleh GKJW Karang Pilang dan tarian tunggal remo bolet kreasi dari Majalah Berkat, serta tak ketinggalan tim pemandu pujian dari GSJA Eben Haezer Surabaya membuat perayaan kelahiran Tuhan Yesus ini makin semarak, namun tetap khusyuk dalam ibadah.

Terang Itu Dinyatakan

“Ia Datang Kepada Milik Kepunyaan-Nya” merupakan tema Natal yang dijabarkan lebih lanjut oleh Pdt. DR. M. Sudhi Dharma, M.Th melalui renungan Firman Tuhan dari Yohanes 1:9-12. Pdt. Sudhi Dharma yang biasa disapa pak Sudhi ini menegaskan bahwa Natal semata-mata terjadi oleh kasih Allah yang begitu besar kepada umat manusia. “Tuhan mau supaya seluruh umat manusia selamat dan beroleh hidup kekal. Natal juga ditujukan kepada manusia yang hidup dalam dosa, keputusasaan, tanpa tujuan dan harapan,” tegasnya.

Lebih lanjut pak Sudhi menjelaskan bahwa terang itu dinyatakan, manusia mengetahui keadaan hidupnya, langkah-langkah seperti apa, dan tujuan yang makin jelas oleh karena terang itu. Natal 2017 ini mengajak kita untuk berani melakukan koreksi, apakah kita sungguh-sungguh telah berjalan dalam terang Tuhan dan tidak lagi dalam kegelapan? Berani mengambil langkah untuk kehidupan kedepan?

Berikutnya adalah supaya dunia mengenal bahwa yang lahir itu bukan hanya Nabi, Tabib Agung, Juruselamat, Hakim Agung, tetapi Tuhan. “Bagaimana supaya pada akhirnya mereka mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, ini adalah pekerjaan rumah yang harus dikerjaan,” jelas pak Sudhi.

Ayat 11, “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya.” Jangan sampai kita tidak mau menerima pengajaran-Nya, penetapan-Nya, dan perintah-Nya. Bagi kita yang telah menjadi umat kepunyaan-Nya, kita harus menjadi saksi bagi sesama. “Jangan takut menolong orang lain, hidup tanpa damai akan terlambat untuk maju, dan tanggung jawab ini harus dilakukan bersama-sama gereja Tuhan,” tegas gembala GBI Diaspora tersebut.

Usai penyampaian Firman Tuhan, acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin oleh hamba-hamba Tuhan secara bergantian sambil diiringi puji-pujian. Diteruskan sambutan oleh gembala sidang GSJA, Pdt. Teguh Kurniawan. Dalam kesempatan tersebut ia mengajak agar gereja Tuhan jangan eksklusif, tetapi haruslah menjadi terang nyata bagi sekitar.

Sambutan kedua oleh Ketua BAMAG Surabaya, Pdt. DR. M. Sudhi Dharma, M.Th. Beliau juga mengajak agar gereja makin bersatu dan sehati melayani bersama, mengawal Kota demi Kota, Bangsa demi Bangsa. Dilanjutkan sambutan terakhir oleh Pembimas Kristen Jawa Timur, Yunus Doloe, S.PAK., M.M.

Setelah pengumuman dan pujian penutup yang dipimpin Ketua 1 BAMAG Surabaya, Pdt. Hanny Prayogo, SE., M.Th acara dilanjutkan doa penutup oleh Ir. Bernard Njotorahardjo, kemudian diakhiri doa berkat oleh Pdt. Teguh Kurniawan. (doc/brkt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here