Jangan Hanya Cari Berkat, Waktunya Lakukan Terobosan

0
160

Salah satu kegiatan rutin Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Surabaya adalah menyelenggarakan seminar-seminar, mulai dari seminar tentang kebangsaan, kesehatan, pelayanan, kerohanian hingga seminar tentang kekerasan rumah tangga dan lain-lain.

Kali ini, bertempat di Gedung Pondok Daud, Jalan Taman Prapen Indah Surabaya, BAMAG kembali mengadakan seminar dengan tema, “United to Build The City.” Seminar yang digelar pada 27 Maret 2018 itu menghadirkan pembicara tunggal, Rev. Dr. Suzette Hattingh.

Antusiasme peserta ternyata sangat tinggi, terbukti ada sekitar 300 peserta yang memenuhi kursi yang disediakan. Mereka sebagian besar adalah para pendoa dan hamba Tuhan yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Hadir dan sekaligus membuka acara Ketua Umum BAMAG Surabaya, Pdt. Sudhi Dharma di dampingi beberapa pengurus BAMAG lainnya.

Adapun inti dari seminar tersebut adalah agar orang Kristen jangan hanya melakukan rutinitas kerohanian semata, sehingga hanya berhenti di wilayah ‘pemeliharaan’. Orang Kristen haruslah bisa melakukan terobosan lebih hingga membawa pada pergerakan baru.

“Tuhan menginginkan kita menjadi cerminan Kristus bagi orang lain. Seperti Yesus yang menghabiskan waktu dengan Bapa dan terus mencerminkan Bapa,” ungkap pendiri Voice in The City tersebut.

Rev. Suzette Hattingh (kanan)

Wanita yang sering melakukan pelayanan di Afrika ini lebih lanjut mengatakan, bahwa menjadi orang Kristen bukan tentang mencari berkat saja, tetapi bagaimana mencari Tuhan yang hidup. Inilah waktunya bergerak dalam hadirat Tuhan. Belajar peduli pada orang-orang  untuk menerobos pada tingkatan iman yang lebih tinggi. “Seperti Daud yang terus bergerak dengan visi dan tindakan,” imbuhnya.

Bagi kita yang tinggal di Kota Surabaya ini, Suzette Hattingh mengajak semua peserta agar bergerak dan berbicara tentang apa yang ada di Surabaya. “Mari, waktunya kita berfokus pada Kristus dalam visi dan tindakan,” tegas Suzette yang juga pendiri Love Papua Center dengan gaya KKR nya.

Di akhir seminar, Suzette Hattingh kembali mengingatkan agar sebagai orang Kristen janganlah berfokus pada uang, pada diri sendiri, maupun pada grup media sosial. “Marilah kita menempatkan fokus kita secara benar,” pungkasnya. (john/brkt)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here