Ketika Dua Pelukis Indonesia Bertemu Dalam Karya

0
123

Kebersamaan dalam perbedaan sering dipakai sebagai sajian utama di pelbagai kegiatan akhir-akhir ini. Ya, tak dapat dipungkiri bahwa bangsa kita ini terdiri dari beragam macam perbedaan, baik agamanya maupun budaya yang ada. Keberagaman ini harusnya tidak menjadi sesuatu yang dipertentangkan. Namun, sebaliknya menjadi harmoni yang saling mengisi sehingga muncul sebuah keindahan.

Agaknya seperti itulah yang hendak ditonjolkan Agus Koecink dan I Made Somadita, dua pelukis yang karya-karyanya sering kita lihat ini menggelar pameran bareng di Galeri House of Sampoerna, Surabaya dengan tema, “The Color Of Life.”

Pameran yang dibuka pada 5 April 2018 oleh kolektor dan pecinta seni, Edwin Koamesah ini berlangsung mulai tanggal 6 hingga 28 April 2018. Di acara pembukaan itu, Edwin Koamesah atau yang akrab dipanggil pak Edwin mengatakan, bahwa pameran ini sudah lama direncanakan, dan hari ini kita bisa melihat karya-karya dua pelukis yang terlihat sederhana, tetapi mengandung kekuatan indah.

Lebih lanjut pak Edwin yang juga pengusaha di bidang properti ini memberikan gambaran, bahwa inilah saat yang tepat bagi para seniman boleh berbangga, sebab perekonomian sekarang ini lebih makmur dibanding masa-masa sebelumnya. “Jangan pesimis, masa depan terus meningkat, dan seni butuh regenerasi,” imbuhnya.

Para pengunjung sedang melihat-lihat lukisan yang dipamerkan

Sebanyak 30 lukisan dipamerkan oleh dua pelukis dengan dua aliran berbeda, masing-masing memamerkan 15 karya lukisannya. Agus Koecink dengan aliran kontemporernya, sedangkan I Made Somadita dengan kecenderungan aliran figuratif.

Dua pelukis ini dipertemukan saat mereka menggelar pameran bersama di pelbagai negara, seperti Singapore, Korea, Taiwan dan Rusia. Dari pertemuan itu serta melalui beberapa proses, kemudian muncul ide mengadakan pameran bareng. Di Surabaya inilah ide itu ditumpahkan.

Kepada BERKAT saat ditemui di tengah-tengah acara pemeran, kedua pelukis mengatakan, bahwa  pameran ini mempresentasikan karya-karya antara Surabaya dan Bali, kali ini ide dasarnya adalah mengangkat kultur masyarakat dan lingkungan sekitar Bali.

Agus Koecink dan I Made Somadita merasakan betapa pertemuan antar budaya yang berbeda bisa menciptakan inspirasi yang saling memberi dalam proses penciptaan karya. Mereka juga menawarkan proses penciptaan intuitive baik melalui garis, warna, komposisi, dan bentuk.

“Dengan tema The Color of Life ini, bagaimana kita mencari harmonisasi dalam perbedaan warna itu, karena kita melihat banyak hal dalam kehidupan. Dari situ kita terinspirasi mengadakan pameran dengan tema ini.” Inilah yang hendak dicapai I Made Somadita melalui pameran tersebut.

Adapun pesan yang hendak disampaikan pria kelahiran Tabanan, Bali 1982 ini yaitu, “Ayo, kita harmonis satu sama lain dengan pelbagai perbedaan yang ada, supaya keindahan ini tercipta.”

Sedangkan Agus Koecink manuturkan, bahwa sebenarnya kita tidak punya jarak antara Jawa dan Bali,  keduanya terdapat unsur-unsur yang sama. Dari situ kita mencoba merefleksikan bahwa warna yang ada di alam semesta ini sebenarnya sama. Biarpun itu berbeda tetapi sebenarnya intinya sama. Sama dalam artian lingkungan dan budaya kita tetap sama. “Jadi menjaga keseimbangan saja, muncul berbagai warna, tetapi dalam perbedaan itu muncul kebersamaan,” ungkap pria kelahiran Tulungagung, 1967 tersebut.

Ke depan kedua pelukis ini akan melanjutkan kerjasamanya menggelar pameran di pelbagai tempat di Indonesia dan luar negeri. Bahkan mereka berharap bisa menambah personil seniman lain turut bergabung, dengan tema lebih berkembang serta tempat yang lebih besar.

BERKAT bersama I Made Somadita (kiri), Edwin Koamesah (dua dari kiri), Agus Kucink (kanan)

Di akhir perjumpaannya dengan BERKAT, mereka berdua berpesan, khususnya kepada para seniman muda untuk terus berkarya, tumbuhkan kreativitas, punya optimisme yang tinggi, sehingga nantinya muncul senirupa-senirupa Indonesia dengan kualitas yang sejajar senirupa-senirupa dunia. (john/brkt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here