Ibadah Penahbisan Pnt. Samuel Ismayanto, S.Kom., M.Div.: “Melayani Dengan Hati Sampai Mati”

0
64

Setiap sore pemuda itu menyapu lantai kantor dan mengepelnya agar kinclong. Malamnya di lantai itu dia menggelar tikar untuk bersiap-siap tidur. Cukup banyak yang dia renungkan setiap saat menjelang tidur. Kursi-kursi kantor menjadi teman tidurnya, meja-meja disekelilingnya bagai dinding melindungi tidurnya. Kantor Binawarga tempat dia bekerja seolah sudah menjadi rumah cintanya.

Pagi sampai sore bekerja sebagai Staf Divisi Multimedia dan Training, malam harinya pemuda ini menjadi ‘penjaga’ kantor yang tidak pernah meninggalkan kantor. Orang tuanya hanya bisa pasrah melihat tekad dan kenekatan anaknya. Setelah lulus kuliah langsung pamit keluar rumah dan bekerja serta tidur, ‘numpang hidup’ istilahnya, di kantor yang sama.

Pdt. Melani Ayub salah satu rekan kerjanya di Binawarga melihat Samuel, sebagai sosok pemuda yang walau agak pendiam, namun siap melakukan apa saja yang diminta padanya khususnya di bidang IT. Selama dua tahun kehidupan di Binawarga benar-benar menempa Samuel dan mulai meyakini panggilan pelayannya, khususnya di kaum muda.

Samuel memutuskan melanjutkan studi S-2 di bidang Theologi pada UK Duta Wacana Jogjakarta guna melengkapi panggilan pelayanannya. Setelah lulus dia langsung aktif pada berbagai pelayanan di lingkup GKI dan mengikuti Pendidikan Persiapan Kependetaan I dan II.

Kisah kegigihan pemuda Samuel itulah yang kita temukan saat penahbisan dirinya menjadi pendeta dengan basis pelayanandi GKI Citraland Surabaya. Uniknya, penahbisan ini dilakukan di GKI Darmo Satelit (Dasa) Surabaya. GKI Citraland saat ini memang belum memiliki gedung gereja, sehingga harus nunut pada tetangganya sesama di Surabaya Barat.

GKI Dasa dianggap tepat dinunuti karena pendeta jemaatnya, Pdt. Andri Purnawan adalah Pendeta Konsulen GKI Citraland. (Sedang Pdt. Em. B.J. Siswanto sebagai Pendeta Pendamping pada GKI Citraland-Red.).  “Melayani dengan Hati Sampai Mati”, dipilih Samuel Ismayanto sebagai tema kotbah penahbisannya, meggambarkan tekad dan ketetapan hatinya untuk melayani Tuhan sampai mati.

Sampai Mati? Kalau sampai mati terlalu menakutkan, mungkin selamanya saja, kalau selamanya terlalu lama, ya seumur hidup saja itu sudah lebih dari cukup. Itu yang menjadi moto Samuel untuk melayani dan mencintai.

Penahbisan pada Senin, 21 Mei 2018 ini juga dihadiri oleh papa dan mama Samuel dari Bandung, istri yang baru dinikahi 30 hari dan mama mertuanya. Pilihan moto ini sebenarnya menjadikan kehidupan Pdt. Samuel menjadi sederhana, dia akan terus berkarya di bidang pelayanan kependetaan yang telah dipilihnya tanpa perlu melirik bidang lain. Hidup pernikahannya juga dilandasi moto ini. Sebuah pilihan yang menunjukkan ketetapan hati, mantab dan terarah.

“Bagi GKI Citraland Surabaya yang baru 3 tahun usianya menjadi jemaat dewasa, mendapatkan pendeta adalah suatu kebahagiaan dan kelegaan sendiri. Juga kami mendapatkan hamba Tuhan yang cocok dengan budaya anggota Citraland yang sekitar 80% berusia muda. Mereka jemaat masa kini dengan sifat-sifat; terbuka, inovatif, tidak gampang percaya dan suka spontanitas. Samuel pas-lah dengan kultur Citraland. Saat tahap-tahap pemanggilan, perkenalan dan tahap orientasi, Samuel  sudah terlibat langsung dengan kegiatan-kegiatan pelayanan khususnya pada kaum muda dan remajanya sehingga anggota Citraland cepat mengenalnya dan menjadi akrab. Karenanya proses kependetaan tidak ada kendala sama sekali.” Demikian diungkap Pnt. Jafet Karundeng, Ketua Panitia Penahbisan, kepada Berkat.

Bersama keluarga

Selamat kepada GKI Citraland untuk Pendeta pertama dan Selamat Melayani seumur hidup bagi Pdt. Samuel Ismayanto, S.Kom., M. Div. (yahud/berkat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here