Ribuan Orang Dari Pelbagai Unsur Masyarakat Hadiri Peringatan 40 Hari Peledakan Bom SMTB

0
127

Selain GKI Diponegoro dan GPPS Arjuna Surabaya, Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB) termasuk salah satu gereja yang terkena peledakan bom 13 Mei lalu. Bahkan banyak korban jiwa dan luka-luka parah menimpa anggota jemaat gereja SMTB atau orang disekeliling lokasi gereja. Mereka tidak berlarut dalam kesedihan dan ketakutan, dalam kurun waktu singkat mereka telah mengeluarkan pernyataan memaafkan pelaku bom bunuh diri dan keluarganya.

Bahkan dalam beberapa hari setelah peledakan tersebut mereka telah cukup pulih dan melanjutkan kehidupan bergereja seperti biasa, walaupun tetap saja ada tindakan trauma healing, perbaikan-perbaikan fisik gedung gereja dan lain-lain yang terus dilakukan.

Kamis, 21 Juni 2018 malam, diadakan Kenduri (Kenduren atau jamuan makan untuk memperingati peristiwa-Red.) 40 hari Peringatan Keselamatan dan  Doa Lintas Agama di halaman Gereja SMTB yang terletak di Jl. Ngagel Madya ini. Dihadiri lebih dari 1.000 orang yang terdiri pelbagai unsur masyarakat dan institusi. Walau ada yang tidak mendapatkan kursi, acara sederhana ini tetap berjalan semarak.

Turut hadir: masyarakat, aparat, tokoh agama dan konsul jendral

Kombespol Rudy Setiawan, Kapolrestabes Surabaya dalam sambutannya mengajak hadirin untuk tetap hidup damai dan membiasakan diri bergaul di tengah keberagaman masyarakat dan bersatu melawan upaya-upaya yang mengganggu bentuk dan keutuhan negara kesatuan RI. Yang mengundang tawa hadirin, dia mengaku sejak siang belum makan karena mempersiapkan diri untuk ikut acara Kenduri ini.

Selain dihadiri perwakilan agama dan kepercayaan, acara ini dihadiri pula Konsul Jendral Amerika Serikat; Konsul Jendral Australia; perwakilan Walikota Surabaya; Muspika Gubeng; Forum Beda tapi Mesra; Gusdurian Surabaya, Gusdurian Sidoarjo, dan Gusdurian Tulungagung.

Romo Alexius Kurdo Irianto sebagai Pastor Kepala SMTB berterimakasih atas dukungan besar dari pelbagai lapisan masyarakat. Acara diadakan untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan yang telah menyelamatkan umat SMTB dari akibat yang lebih parah oleh ledakan bom yang telah terjadi terebut. Doa dan sambuatannya disampaikan dalam bahasa Indonesia dan Jawa. Sebuah keunikan dan kekayaan budaya yang patut dilestarikan

Acara yang dimulai pukul 19.00 bertema “Menghormati Tuhan berarti Menghargai Martabat Manusia” ditandai pula dengan penandatanganan poster oleh perwakilan institusi-institusi yang hadir. Beberapa persembahan pujian dari remaja pemuda GKI Sidoarjo, tampilan puisi Kelompok NERA dan kesaksian dari keluarga Bayu (Satpam SMTB yang menjadi korban jiwa), memperindah dan memperkaya suasana malam itu.

Di ujung acara tampil pula drama singkat dari kelompok teater GOD’S (GKI on d stage) serta perwakilan dari lintas agama dan kepercayaan memanjatkan doa bersama secara bergantian. Indonesia indah, bersatu dan kuat. (yahud).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here