Ketika Anak Butuh Pendampingan

0
49

Mendampingi bukan pada saat menemani anak belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah saja. Mendampingi juga bukan hanya ketika anak minta di dampingi. Sebagai orangtua tentu sudah menjadi kewajiban mendampingi anaknya. Pendampingan seperti apa yang harus dilakukan orangtua terhadap anaknya?

Ketika sedang makan bersama keluarga di foodcourt sebuah mal, di sebelah meja kami ada satu keluarga muda terdiri ayah, ibu dan seorang anak kecil berusia sekitar 5 tahun. Anak tersebut di dampingi seorang perempuan muda, yang kalau dilihat dari model dan pakaiannya akan segera tahu bahwa dia pembantunya. Saat mereka sedang menikmati makanan yang telah dipesannya, tiba-tiba anaknya minta diantar ke toilet. Spontan mamanya yang masih muda itu menyuruh sang pembantu mengantar anaknya.

Hal itu adalah wajar bagi keluarga yang membawa pembantunya. Namun, yang membuat saya kemudian terheran adalah saat pembantu tersebut mengantarkan si anak ke toilet. Tidak menggendong atau pun menggandengnya, tetapi anak tersebut dibiarkan jalan sendiri, sebab kedua tangan pembantu sudah penuh dengan tas dan telepon genggam. Alhasil, anak itu jalan sambil pegangan baju belakang pembantunya.

Mungkin saja papa dan mamanya tidak melihat seperti yang saya lihat. Atau mungkin juga tahu tetapi tidak memperdulikannya. Bukankah orangtua zaman sekarang lebih suka mempercayakan anaknya kepada orang lain? Bukankah yang penting orangtua sudah mencukupi kebutuhan anak secara materi? Memang dengan materi dapat membeli segala yang dibutuhkan, termasuk pendamping bagi anak.

Selain itu, masih ada pendamping lain yang tidak bisa kita remehkan yaitu “gadget.” Ya, tak bisa dipungkiri bahwa jumlah anak-anak pengguna gadget ini meningkat pesat. Menurut penelitian yang dikeluarkan American Association of Pediatrics (AAP), bahwa penggunaan media gadget menjadi dominan dalam kehidupan anak-anak zaman sekarang. Lebih parah lagi orangtualah yang memberikan anak-anak gadget canggih tersebut dengan tujuan agar anak bisa bermain sendiri.

Pendampingan Seperti Apa?

Menurut penelitian seorang psikologi anak, salah satu langkah yang harus diambil agar menjadi orangtua yang efektif dan benar bagi anak, adalah memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk mendekatkan diri kepada anak.

Pertanyaannya, waktu optimal seperti apa yang diberikan orangtua kepada anak? Bukankah kebanyakan orangtua zaman sekarang mau praktisnya saja. Misalnya, untuk urusan pendidikan, orangtua melemparkan tugas belajar anak kepada guru les atau lembaga bimbingan belajar yang banyak bertebaran disekitar rumah kita itu.

Padahal, ada banyak kesempatan yang dapat kita gunakan untuk menjalin hubungan yang baik dengan anak kita. Tidak hanya pada saat belajar, tetapi juga dampingi anak pada waktu bermain, waktu santai, waktu makan, bahkan saat menjelang tidur.

Dalam pendampingan tersebut tidak perlu dimulai dengan topik-topik serius atau berat, justru dari hal-hal kecil dan ringan kita dapat menanamkan hal-hal penting pada anak. Itulah pendampingan yang efektif. Jika orangtua terbiasa mendampingi anaknya dalam segala hal, maka akan nampak pada perilaku anak di lingkungan mana pun ia berada.

Karena terbiasa mendampingi anak di Sekolah Minggu, saya jadi tahu dan bisa membedakan mana anak-anak yang biasa di damping langsung orangtua, dan mana yang biasa di dampingi pembantu atau kakek neneknya.

Bukankah anak lebih berharga dari harta dan materi apa pun? Jika kita tidak percaya saat menitipkan harta kekayaan kita kepada pembantu, apakah kita juga percaya ketika kita mempercayakan anak-anak kita kepada pembantu atau orang lain? (Tosca Sheilomita)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here