Menghadapi Anak Kecanduan Gadget, 5 Pertanyaan Ini Patut Dilakukan Orang tua

0
96

Tanya:

Anak saya kelas 2 SD merengek minta smart phone karena teman-teman di sekolah semua punya. Setelah saya belikan, saya kewalahan karena dia punya ketergantungan tidak bisa lepas dengan hp itu. Bagaimana sikap saya pak? Makasih.

Jawab:

Memang saat ini kita hidup di era digital dimana gadget merupakan kebutuhan untuk mempermudah segala urusan dan tetek bengek kehidupan ini.Tapi sebenarnya alat itu lebih punya arti bagi orang dewasa untuk memperlancar komunikasi dan informasi dalam segala bidang kehidupan ini. Melihat hal ini maka kita bisa bertanya pada diri sendiri. Apakah memang anak yang baru kelas 2 Sekolah Dasar sudah begitukah mendesak kebutuhannya untuk memiliki gadget?

Tanya jawab di atas merupakan permasalahan yang sering dihadapi orangtua saat ini. Banyak orang tua dengan alasan tidak tega lantas memberikan gadget kepada anak meski masih di bawah umur. Alasan lain justru karena kesibukan orang tualah, sehingga mudah mengabulkan permintaan anak memiliki gadget sebagai pengganti kurangnya perhatian orang tua kepada anaknya.

5 pertanyaan berikut membantu kita sebagai orang tua mengambil sikap terhadap anak yang ketergantungan gadget.

  1. Kapan layak diberi?

Sebagai orangtua harus tahu batasan kapan anak siap memiliki gadget. Menurut para ahli pendidikan anak, sebaiknya anak baru diperkenan mempunyai alat tersebut setelah ia berumur 12 tahun. Sebab kalau masih kelas 2 SD diberi gadget, maka waktunya dihabiskan dengan memandangi layar gadget itu. Sehingga ia bisa kehilangan waktu untuk belajar, bermain bersama teman dan bercengkerama dengan keluarga. Diperlukan sikap tegas dalam mengahadapi kasus seperti ini demi kebaikan anak itu sendiri.

  1. Bagaimana kalau terlanjur?

Kalaupun sudah terlanjur dibelikan. Sebaiknya penggunaannya benar-benar dibatasi dan dikontrol dengan ketat. Misalnya, satu minggu hanya boleh satu jam di hari Sabtu. Dengan waktu yang sudah disepakati bersama. Diluar itu alat gadget harus dijauhkan dari anak dengan cara disimpan sementara orang tuanya.

  1. Kapan Waktu Yang Tepat?

Memantau apa yang dilakukan anak terhadap gadget-nya adalah salah satu upaya terbaik orang tua. Mengetahui game-game apa saja yang dimainkan, serta apa saja yang dibuka dan dilihat pada gadget haruslah terseleksi terlebih dahulu. Menasihati dan memberi pengertian yang masuk akal, sehingga anak tahu waktu kapan harus memegang gadget dan kapan harus melakukan kegiatan lain, seperti belajar, makan, tidur, berolahraga, ngobrol dan bersendau gurau dengan keluarga, serta saling berbagi apa yang dialami baik disekolah maupun lingkungan rumah.

  1. Pengertian Seperti Apa Yang Harus Diberikan?

Mendidik anak saat ini memang sulit. Yang penting jauhkan anak dari pengaruh-pengaruh buruk dari dunia sekitar gadget. Perlu juga diingat bahwa dengan bermain gadget maka gerak motorik anak menjadi lamban bahkan bisa terhambat. Hal ini juga mempengaruhi perkembangan otak, jiwa, sosial dan spiritual anak. Sebab itu dianjurkan pada orangtua untuk benar-benar mampu mendidik, mengasihi, memperhatikan dan menjadi sahabat bagi anak-anaknya.

  1. Bagaimana Seharusnya Orangtua?

Jika orang tua mampu berperan sebagai sahabat dan orang yang dikasihi oleh anaknya. Akan dengan sendirinya si anak sudah mendapatkan sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya. Orang tua harus ada dan hadir bagi anak-anaknya dalam setiap momen, sehingga anak tidak mencari sesuatu diluar orangtua atau lingkup dalam keluarga. Maka diharapkan si anak itu tidak lagi merengek meminta gadget yang fungsinya sudah dipenuhi oleh kehadiran orangtua dalam hidupnya sehari-hari.

Perkembangan zaman dan teknologi memang tidak bisa dipungkiri dan terus terjadi. Sikap orang tualah yang harusnya menjadi pembimbing sekaligus pendidik bagi anak-anaknya. Sebab jika orang tua mancari mudahnya saja, yaitu dengan cara memberikan gadget agar anaknya diam dan tidak banyak menuntut, maka menciptakan anak yang anti sosial dan hanya mementingkan diri sendiri.

Jadilah orang tua yang mampu meredam terciptanya generasi anti sosial. Tuhan kiranya memberi hikmat pada orang tua untuk mendidik dan mengasihi, serta menghantar anak ke pemenuhan kebutuhan dirinya baik masa kini maupun masa depannya. (doc.brkt).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here