Rencana

0
46

Kegiatan tanpa perencanaan ibarat berjalan di malam hari tanpa penerangan, kita tidak tahu arah yang akan dilewati. Melakukan hal-hal baik tanpa perencanaan mungkin bisa berhasil, tetapi hasilnya tentu tidak maksimal.

Ada pelbagai macam rencana di setiap aspek kehidupan kita, entah itu rencana kecil ataupun rencana yang besar. Entah itu rencana jahat ataukah rencana yang baik.

Di tahun politik ini misalnya, para calon baik legislatif maupun calon presiden tentu telah merencakan segala sesuatu dengan matang, mereka berlomba agar terpilih pada pemilu nanti. Sayangnya, masih ada beberapa rencana yang dilakukan dengan cara-cara jahat agar bisa unggul dari pesaingnya. Bukannya menonjolkan diri dengan program-program kerjanya, tetapi malah sibuk menjatuhkan lawan melalui pelbagai isu negatif terhadap calon lain. Rupanya cara-cara seperti itulah yang banyak terjadi sekarang ini. Mungkin karena cara tersebut dinilai ampuh dan sudah terbukti.

Di sisi lain, merencanakan suatu kegiatan berarti kita sudah melakukan separuh dari seluruh kegiatan tersebut. Perencanaan sangat penting bahkan memiliki bobot tinggi dalam suatu kegiatan atau perbuatan. Jika sebuah kejahatan dilakukan dengan perencanaan, maka hukumannya pun menjadi lebih berat dari yang tidak direncanakan. Demikian juga jika sebuah kegiatan dilakukan untuk kebaikan dan dilaksanakan dengan perencanaan yang baik, tentu hasilnya sangat luar biasa.

Lantas ada orang yang berpikir, daripada merencanakan sebuah kebaikan biasanya lebih mudah merencanakan kejahatan. Mengapa? Selain celahnya lebih banyak, rencana jahat ini lebih mudah diterima orang lain sebab gampang dilaksanakan. Misalnya, untuk menolong orang lain yang sedang kesusahan dibutuhkan kerelaan, pengorbanan, keberanian dan modal. Sedangkan merencanakan kejahatan selalu berorientasi pada hasil nyata yang bisa langsung di dapat.

 

Merencanakan Hal Baik

Tidak semua rencana yang baik itu mudah dilakukan, sebab kita semua tahu bahwa musuh kebaikan adalah ketidakbaikan. Ketika kita handak melakukan sesuatu yang baik di lingkungan yang sebagian besar tidak baik, maka kebaikan itu pasti akan dimusuhi. Seorang pejabat yang jujur tentu dimusuhi oleh sesama pejabat yang kebanyakan tidak jujur.

Bagaimana dengan perencanaan dalam pelayanan? Entah pelayanan berupa aksi sosial, misi, penginjilan dan lain sebagainya? Bila tanpa perencanaan apalagi hanya ikut-ikutan, pelayanan akan menjadi tidak tepat sasaran. Ibaratnya sudah menghambur-hamburkan uang, waktu dan tenaga namun hasilnya tetap nihil.

Karena itu sebuah pelayanan haruslah direncanakan sebagai hal yang baik, karena tujuannya untuk kebaikan sesama manusia dan untuk Tuhan, bukan hal-hal lain yang berorientasi pada kepentingan dan ketenaran pribadi.

Ada yang mau menjadi hamba Tuhan hanya karena tergiur dengan fasilitas semata. Menolong orang yang kesusahan tetapi orientasinya mencari nama dan ketenaran. Melakukan aktivitas pelayanan, namun ujung-ujungnya untuk keuntungan pribadi, dan lain sebagainya.

 

Allah kita adalah Allah yang penuh dengan rencana. Segala sesuatu telah direncanakan jauh sebelumnya, dan renana-Nya adalah yang terbaik. Jika kita mau melakukan sesuatu, pastikan bahwa yang kita rencanakan adalah sesuatu yang baik untuk Tuhan dan sesama. Maka kasih setia Tuhan akan turun atas kita.

Amzal 14:22, “Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan? Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia”. (brkt)

PERBUATAN YANG BAIK ADALAH PERBUATAN YANG DILAKUKAN DENGAN PERENCANAAN DAN BUKAN ASAL-ASALAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here