Mahasiswa Milenial Mengembangkan Wisata Desa di Peniwen

0
18

Generasi milenial identik dengan segala sesuatu yang bernuansa digital dan teknologi. Kegiatan generasi milenial ini identik dengan aktifitas di perkotaan, jarang sekali kegiatan mereka lakukan di alam bebas, pedesaan dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Di tengah kehebohan dunia digital dan perkembangan teknologi, sekelompok anak muda dari Universitas Ciputra (UC) Surabaya menunjukan  minat dan kepedulian terhadap perkembangan wisata desa.

Berawal dari proyek tugas perkuliahan, 14 mahasiswa dari Jurusan Hotel dan Tourism Business selama kurang lebih tiga bulan turun ke Desa Peniwen, Malang. Mereka berinteraksi dengan masyarakat desa untuk bersama-sama mengembangkan wisata desa.

Agoestinus Lies Indrianto, S.S, M.Toursm, P.hD, selaku dosen pengampu mata kuliah Advance Hospitality Inovation (AHAI) menjelaskan kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian masyarakat di desa wisata pada Senin, 20 Mei 2019.

“Dipilihnya Desa Peniwen di Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang sebagai lokasi kegiatan dikarenakan desa ini memiliki  potensi wisata alam, budaya dan sejarah yang unik. Seperti adanya gereja Jawa Tua yang menjadi ikon di Peniwen, juga  Monumen Peniwen Affair, yang merupakan satu-satunya monumen Palang Merah Remaja di Indonesia memberi nuansa historis yang tinggi di desa ini” Ungkap Agoes.

Agoestinus menambahkan, lingkungan desa yang dikelilingi hamparan persawahan dan peternakan, dipadu dengan masyarakat desa yang masih mempertahankan warisan budaya melalui kegiatan karawitan, dan tata kehidupan khas desa, membuat desa yang tertata rapi ini seringkali mendapatkan kunjungan dari wisatawan. 

“Secara umum tujuan dari kegiatan ini adalah membantu mempromosikan potensi desa wisata kepada generasi milenial, juga memberikan pendampingan terhadap masyarakat desa untuk lebih mengembangkan potensi wisata di desanya. Pada kesempatan ini Mahasiswa Hotel dan Tourism Business, Universitas Ciputra  juga menyerahan sepeda sebagai sarana wisata kepada Kelompok Usaha Desa WBDP (Wisata Budaya Desa Peniwen)” pungkasnya.

Di sisi lain, Jennifer Charity Chan, mahasiswa semester 4, program studi Hospitality and Tourism Buissines Universitas Ciputra mengungkapkan, ia bersama 13 rekannya membuat beberapa terobosan untuk mengembangkan pariwisata di Desa Peniwen. Menurutnya, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi potensi bisa dijadikan solusi perkenalan wisata desa. Harapannya teori yang selama ini diperoleh bisa diterapkan dengan baik di masyarakat.

“Kami kenalkan bentuk promosi lewat media sosial. Kemudian membuat spot selfie, dan sudah melakukan survei ketempat mana saja yang dapat digunakan. Kami juga memberi beberapa sepeda agar mempermudah pengunjung untuk ke tempat foto yang bagus,” Terang mahasiswi asal Lombok itu. Sementara itu Didik Baskoro, selaku ketua komunitas Wisata Budaya Desa Peniwen (WBDP) menerangkan, bahwa beberapa kegiatan mahasiswa UC di Peniwen makin memberikan semangat dan inspirasi bagi pengembangan wisata budaya di Desa Peniwen. ”Kami sangat terbantu dan terinspirasi semenjak didampingi tim dari mahasiswa dan dosen di bawah koordinasi LPPM Universitas Ciputra. Kegiatan kami jadi makin beragam, dan banyak melibatkan elemen masyarakat” Tutupnya (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here