Tiga Tahun FBM, Merajut Keberagaman Melalui Kegiatan

0
12

Dalam rangka memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-3, Forum Beda tapi Mesra (FBM) mengadakan serangkaian acara, salah satunya adalah Bakti Sosial (baksos) yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2019. Baksos yang digelar di Rusunawa Gunungsari, Surabaya ini meliputi penyuluhan bahaya narkoba, pengobatan gratis dan pembagian Samaritan (barbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan).

Ketua Panitia HUT, Sudibyo, dalam sambutannya mengatakan, ini adalah rangkaian acara dalam rangka HUT FBM yang ke-3. “Baksos ini merupakan awal rangkaian yang nantinya akan dilanjut wisata religi ke pelbagai tempat ibadah pada 28 dan 29 September 2019,” terangnya.

Sedangkan KH. Ahmad Suyanto sebagai Ketua Umum FBM memberi apresiasi kepada seluruh pengurus FBM dan semua pihak yang terlibat langsung terselenggaranya acara ini. Selain itu Kiai Ahmad biasa disapa, mengajak semua pihak memerangi persoalan yang ada di Indonesia. Persoalan tersebut  antara lain, masalah idiologi komunis, intoleransi, terorisma dan narkoba. Persoalan ini menjadi fokus yang harus dikerjakan oleh FBM. “Karena itu hari ini kita mendatangkan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberi penyuluhan tentang bahaya, peyebaran serta pencegahannya,” lanjutnya.

Sementara itu selaku Pembina FBM, Willy Purwosuwito lewat sambutan singkatnya menjelaskan, bahwa FBM berdiri bukan suatu keharusan, tetapi suatu komitmen dari para tokoh pimpinan agama. FBM seperti sebuah rumah yang didalamnya ada kepelbagaian, ada perbedaan yang merupakan anugerah Tuhan. Kiprah FBM yang sudah berjalan selama tiga tahun ini kiranya bisa menjadi contoh sebagai miniaturnya Indonesia. “Marilah, FBM yang hadir di Jawa Timur ini kita dukung bersama melalui kemesraan dan keakraban bersama,” ajaknya diakhir sambutan.

Usai penyerahan secara simbolis bingkisan kasih kepada anak-anak, acara dilanjut dengan penyuluhan tentang narkoba. Penyuluhan ini disampaikan oleh dua pembicara, yaitu Kadiv. Penyuluhan DPD GMDM Jawa Timur, Budi Dwi Prasetyo dan Suyud dari BNN Jawa Timur.

Dalam memerangi narkoba semua punya peranan, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat maupun pemerintah. Penyuluhan ini bertujuan memberikan pengertian tentang narkoba, tentang bagaimana narkoba ini disebarluaskan, tentang dampak bagi pengguna dan bagaimana penanganannya.

Selanjutnya, panitia dibantu beberapa orang dari Rusunawa membagikan sekitar 200 bingkisan kasih kepada anak-anak penghuni maupun yang tinggal disekitar Rusunawa. Berbarengan dengan itu dilaksanakan pula pengobatan gratis. Pembagian bingkisan dan pengobatan gratis ini hasil kerjasama antara FBM dengan Yayasan Pondok Kasih Surabaya.

Ketenteraman suatu bangsa bisa ditentukan oleh seberapa kuat ikatan toleransinya. FBM hadir dengan terus merajut ikatan tersebut, dan melalui kegiatan yang dilakukan bersama antar umat beragama ini, niscaya rajutan tersebut makin kuat, karena sejatinya Indonesia dibangun dari sebuah keberagaman. (doc/brkt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here