INJIL YESUS KRISTUS

0
23

Sejak kecil ikut Sekolah Minggu (SM), kita diajar oleh Guru SM bahwa Injil di Alkitab ada empat: Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Demikian juga di katekesasi dan pelajaran di Sekolah-sekolah Kristen. Lalu apa benar ada Injil Matius?

Bersyukur  sejak diberlakukannya Leksionari dalam liturgi ibadah di seluruh GKI, hal itu tidak berlaku lagi. Yang disepakati bersama, setiap pengkotbah (pendeta, penatua atau teolog) selalu mengawali dengan kata: Injil Yesus Kristus menurut Matius. Untuk selanjutnya pengkotbah cukup mengatakan misalnya Matius 5:1. Seyogyanya pengkotbah tidak lagi menyebut Injil Matius. Walaupun dalam praktiknya hal ini masih ada beberapa yang memakai sebutan Injil Matius.

Mengapa Demikian

Dalam Alkitab bahasa Yunani memang tidak tertulis Injil Matius, Injil Markus  dan seterusnya.Sebagai contoh The Greek New Testament 1968bythe United Bible Societies pada halaman satu tertulis sebagai judul KATA MATHTHAION, yang diterjemahkan: menurut Matius. Judul berikutnya: KATA MARKON, KATA LOUKAN dan  KATA IOANNEN.

Kata dalam bahasa Yunani berarti sesuai, menurut . Ini adalah bentuk Preposisi atau Kata Depan yang selalu diikuti kasus Accusative. Bahasa Yunani memang unik, karena setiap kata berubah menurut kasusnya, yaitu Nominative, Genetive, Dative dan Accusative. Dan itu pun masih dijabarkan empat kasus dalam bentuk Plural (jamak).

Jadi judul di atas tiap halaman Alkitab pada Injil, merupakan Deklinasi dari kasus Nominative yang adalah Mathaios, Markos, Louka) dan Iōannēs). Kemudian dipakai kasus Accusative seperti judul-judul Injil, juga surat-surat dst.Karena judul, maka semua huruf ditulis dengan huruf besar.

Mengacu Alkitab B.I.S.

Lembaga Alkitab Indonesia menerbitkan Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari yang biasa disingkat B.I.S. Yang menarik Alkitab ini diberi Judul “KABAR BAIK” pada sampul depannya. Pada Perjanjian Baru (PB) halaman 1, judulnya ditulis: Kabar Baik Yang Disampaikan oleh Matius. Kemudian dimulai dengan Pengantar  yang tertulis demikian: Buku Matius menyampaikan kepada kita Kabar Baik bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Allah. Melalui Yesus itulah Allah menepati apa yang telah dijanjikan-Nya di dalam Perjanjian Lama kepada umat-Nya.

Lalu di halaman 65, judulnya tertulis: Kabar Baik Yang Disampaikan oleh Markus. Kemudian dimulai dengan Pengantar yang tertulis demikian: Buku Kabar Baik oleh Markus dimulai dengan pernyataan: “Inilah kabar Baik tentang Yesus Kristus, Anak Allah” Dalam Kabar Baik itu Yesus ditampilkan sebagai seorang yang banyak bertindak dan berwibawa. Kewibawaan-Nya nyata dalam Ia mengajar, dalam kuasa-Nya terhadap roh-roh jahat, dan dalam mengampuni dosa. Yesus menampilkan diri-Nya sebagai Anak Manusia yang memberikan nyawa-Nya supaya manusia dibebaskan dari dosa.

Demikian juga kalau kita membuka halaman 105, judulnya tertulis: Kabar Baik Yang Disampaikan oleh Lukas. Pengantarnya: Buku Kabar Baik oleh Lukas mengemukakan Yesus sebagai Raja Penyelamat yang dijanjikan Allah untuk Israel dan untuk seluruh umat manusia. Dalam bukunya ini, Lukas menulis bahwa Yesus telah diberi tugas oleh Roh Tuhan untuk menyiarkan Kabar Baik dari Allah kepada orang miskin. Kabar Baik ini penuh perhatian terhadap orang-orang dengan pelbagai kebutuhan.

Di halaman 169, judulnya tertulis: Kabar Baik Yang Disampaikan oleh Yohanes. Pengantarnya: Dalam Kabar Baik yang disampaikan oleh Yohanes ini, Yesus dikemukakan sebagai Sabda Allah yang abadi yang telah menjadi manusia dan tinggal diantara kita. Kabar Baik ini ditulis dengan maksud supaya pembacanya dapat percaya bahwa Yesuslah Raja Penyelamat yang dijanjikan – Ia Anak Allah sendiri. Supaya melalui percaya kepada-Nya mereka memperoleh hidup. (Yoh 20:31).    

Mengapa Injil Yesus Kristus

Injil dalam bahasa Yunani adalah to euanggelion yang artinya Kabar Baik, ditulis 76 kali dalamAlkitabT.B. Markus 1:1 diawali dengan kalimat: Inilah Kabar Baik tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Alkitab Terjemahan Baru (T.B) dituliskan: Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.  Alkitab Bahasa Jawa: Iki wiwitane Injile Gusti Yesus Kristus, Putraning Allah. Semuanya itu diterjemahkan dari  Greek New Testamen: Archē tou euaggeliou Iēsou Christou huiou tou Theou.

Jadi memang tepat kalau kita mengawali pelayanan Firman Tuhan dengan mengatakan: Injil Yesus Kristus menurut Markus. to euaggelion tou Iēsou Christou kata Markon.

Kata Injil merupakan terjemahan dari bahasa Yunani euanggelion. Kata eu berarti indah dan anggelion berarti berita. Kata euanggelion sebenarnya pada mulanya berarti a reward for good tidings. Dalam perkembangannya kata a reward dihilangkan, menjadi the good news (kabar baik) atau good message. Kata euaggelion bertalian dengan kata kerja  euanggelizo, yang berarti to bring or announce glad tidings.Ditulis sebanyak 45 kali di P.B. Demikian juga kalau kita simak kata anggelos yang artinya malaikat, dia adalah pembawa kabar. Ditulis sebanyak 175 kali dalam P.B. Juga kata yang artinya pemberita-pemberita Kabar Baik, pemberita-pemberita Injil, atau evangelis (vide Efesus 4:11). Ditulis satu kali saja dalam bentuk Jamak/Plural. Sedang kata euaggelistēs, yang artinya pemberita Injil ditulis dua kali dalam Kis 2:8 dan 2 Tim 4:5.

Apa sejatinya Injil itu? Beberapa orang hanya memahami Injil sekadar kabar baik, tanpa memahami maksud kabar baik tersebut. Untuk memahami pengertian Injil secara benar, terlebih dahulu harus memahami maksud kata baik di sini. Harus dipertanyakan baik menurut siapa dan baik yang bagaimana. Tentu pengertian baik harus dari perspektif Tuhan, bukan dari sudut  pandang manusia.

Dulu, Akta gerejani GKI Jawa Timur, memakai logo Ichtus yang dalam bahasa Yunani artinya ikan.  Mengacu pada konteks Matius 14:17 tentang lima roti dan dua ikan. Ichtus dipakai simbol jemaat purba sebagai akronim dari Iēsous Christos Theos Huios Sōtēr yang artinya Yesus Kristus Anak Allah Juruselamat. Bisa diasumsikan, itulah pengakuan iman mereka saat itu yang masih bersahaja. Jadi Yesus Kristus menjadi fokus dari seluruh persepsi Alkitab, sehingga tepatlah sebutan Injil Yesus Kristus. Bahkan dalam Kristologi (Ilmu yang mempelajari pribadi Yesus), secara implisitada tipologi Yesus dari 66 kitab dari Kejadian sampai Wahyu.

Karena Injil adalah kabar Baik tentang Yesus, maka kurang tepat bila kita masih menyebut lagi Injil Matius. Karena yang diberitakan kabar baik tentang Yesus Kristus. Tentunya tidak ada Kabar baik Matius yang menceritakan tentang pribadinya.

Cukuplah kita menyebut misalnya, mari kita membaca Matius 28:19.20. Menyebut Injil Matius, sejatinya itu adalah “Salah kaprah” yang  menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)artinya adalah: kesalahan yang umum sekali, sehingga orang tidak merasakan sebagai kesalahan.Jadi mengatakan Injil Matius, Injil Markus dst.nya adalah salah kaprah yang perlu kita perbaiki. Dari mimbar GKI para pengkotbah sudah memformulasikan dengan benar, baik dan tepat. Injil Yesus Kristus menurut Matius dst.nya. yang sesuai dengan pengertian Injil itu sendiri.

Paulus bahkan mengatakan dalam Roma 1:16 sebagai berikut: ou gar epaischunomai to euanggelion tou christou dunamis gar theou eis sotērian panti tōpisteuonti. Yang diterjemahkan:”Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya”. Marilah kita memakai bahasa secara benar, baik dan tepat, seiring program L.A.I. yang masih terus berkarya menerjemahkan baik Alkitab Terjemahan Baru (T.B.) atau dalam pelbagai terjemahan versi lain dan bahasa daerah. Pakailah semua terjemahan sesuai asal daerah Anda untuk memperkaya khasanah kita dalam berteologi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here