CINTA DAN KASIH

0
24

Love begin slowly in a little ways

Continuing to grow through many hours and days

Continuing through long happy life times

To grow and to develop and become stronger

And more beautiful all the time

(Anonymous)

Sebuah syair tentang cinta di atas menandakan bahwa cinta itu bukan statis, tapi dinamis. Ada rentang waktu yang menentukan kualitas sebuah cinta. Tidak mudah menentukan kualitas  tentang cinta itu, tapi yang jelas dalam cinta itu ada suatu yang indah dan unik. Karena cinta bukan sekedar perasaan. Cinta adalah pilihan dan cinta adalah sesuatu yang perlu kita lakukan.

Dalam bahasa Yunani dikenal beragam  istilah cinta:

1. Philautia: Kata cinta yang berorientasi pada diri sendiri

Dalam II Tim 3:2 ditulis:”Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang”. Disini dipakai kata sifat (adjective),philautos terbentuk dari dua kata philos dan autos. Tidak dipungkiri bahwa philautia adalah natur manusia sejak ia dilahirkan. Kalau meminjam teori jenjang kebutuhan Abraham Maslow, inilah kebutuhan fisiologis (Physiological Needs) yang paling mendasar. Ditulis sebagai Noun hanya 1x dalam P.B.

2. Philia: Kata cinta yang disebut pertemanan, atau persahabatan. Dalam Yakobus 4:4b “Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan  (he philia)dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah?” . Istilah ini sebagai Noun hanya muncul 1x dalam PB.

3. Ludus: Kata cinta disini menunjukkan ketika seseorang tertarik atau menyukai kepada lawan jenisnya. Bahasa popular sering dipakai naksir atau menilai. Ada istilah cinta monyet kalau ini terjadi pada masa puber.  Kata ini memang tidak dipakai dalam Alkitab PB.

4. Erōs: Kata cinta disini mengacu pada hubungan soal birahi, yaitu kekuatan seksual yang memungkinkan terjadinya pembuahan dua gender yang berbeda. Dalam KBBI, Erotika berarti karya sastra yang tema atau sifatnya berkenan dengan nafsu kelamin atau keberahian. Eros dikaruniakan Tuhan dalam hubungan suami-istri.Dalam mitologi Yunani Erōs adalah Dewi Cinta. Erōs juga disebut  Amor yang digambarkan sebagai anak kecil yang bersayap dan selalu membawa busur dan anak panahnya.

Kata erōs tidak diapakai dalam PB.

5. Pragma: Kata cinta yang dikenakan pada mereka yang sudah lama menikah, misalnya melewati golden wedding anniversary. Dalam filosofi Jawa digambarkan dengan sifat sepasang hewan belangkas yang terkenal setia sehidup semati.  Jadi pragma itu cinta seperti mimi lan mintuno. Kata pragma tidak diapakai dalam PB.

6. Storgē: Kata cinta yang dilakukan secara natur oleh orang tua kepada anak-anaknya. Dalam budaya Indonesia dikenal kasih itu yang lebih dominan dengan istilah peribahasa: kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Sulit rasanya seorang anak menandingi kasih seorang ibu yang melahirkannya. Kata storgētidak dipakai dalam PB.

7. Agapē: Kata cinta yang disebut  tanpa bersyarat atau unconditional love.

Agapē adalah sifat Allah sendiri, seperti tertulis dalam I Yoh 4: 16b “Allah itu adalah

Kasih”(ho theos agapē estin).

Dalam ayat 10b dituliskan “Bukan kita yang telah mengasihi (ēgapēkamen)Allah,

tetapi Allah yangtelah mengasihi kita  (ēgapēsen) . . .”

Kata ēgapēkamen – bentuk kata kerja agapaō  dalam Tense Perfect, Indicative,

Active, 1stPerson ).

Kata ēgapēsen bentuk kata kerja agapaōdalam Tense Aorist, Indicative, Active,

3 rd Person, Singular). Kata agapaō adalah bentuk Verb yang berarti mengasihi. Dipakai dalam P.B. sebanyak 143 x.

Memahami Yohanes 21: 15-17

Memahami konteks percakapan Yesus dengan Petrus, mengapa Petrus bersedih hati setelah tiga kali ditanya Yesus? Paling mudah penafsiran allegoris yang mengatakan tiga kali Petrus ditanya oleh Yesus dihubungkan dengan tiga kali  penyangkalan Petrus ketika Yesus sedang diadili.Padahal dalam eksegesa yang mengindahkan aspek: text – contex  – content maka kita lebih memaknai tiap teks kata yang dipakai.  Alkitab TB yang masih dipakai sampai saat ini tidak terlihat dinamika dialog, karena hanya menggunakan hanya kata mengasihi sebanyak enam kali.

Ayat 15: Yesus bertanya kepada Petrus, apakah engkau mengasihi aku lebih dari mereka ini?  Teks aslinya: Simōn Iōannou agapas mepleon toutōn. Agapas bentuk Verb kata agapaō, Tense Present Indicative, 2nd person, Singular.  Itu berarti pertanyaan Yesus: Apakah engkau sedang terus menerus mengasihi aku dengan tidak bersyarat?

Sedang toutōn, adalah kata Demonstrative/Penunjuk, Genetive, Masculine, Plural.Kata ganti penunjuk Ini dalam bentuk jamak sejatinya mengacu pada kata ichtusyaitu ikan pada Yoh 21: 3a, 6, 8, 9, 10, 11.  Dalam  plural terjemahannya adalah ikan-ikan ini. Jadi bukan diterjemahkan dengan katamereka. Secara implisit ikan ini mengacu pada profesi Petrus sejak semula sebagai penjala ikan. (vide Lukas 5:4-7). Tetapi Lukas 5:10 Yesus berkata: “Mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Dari Ruf menjadi Beruf (bahasa Jerman), yang artinya dari profesi menjadi panggilan.

Ayat 15b: jawab Petrus:nai kurie su oidas hoti pilō se. Maka terjemahan yang tepat adalah: Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku “mencintaimu”. Terjemahan ini juga dipakai dalam Alkitab Bahasa Sehari-hari (BIS).

Ayat 16: Kata Yesus yang kedua: Simōn Iōannou agapas me) dan Petrus menjawab  nai kurie su oidas hoti pilō se. Terjemahannya: Benar Tuhan Engkau tahu aku mencintai Engkau.

Ayat 17: Kata Yesus yang ketiga kalinya: Simon Ioannouphileis me. Terjemahan teks ini: Apakah engkau mencintaiku? Dan jawab Petrus:Kurie panta su oidas su ginōskeis hoti pilō se. Tuhan,  Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mencintaimu.

Dua kali Yesus bertanya apakah engkau mengasihi, dijawab Petrus dua kali dengan kata mencintai. Justru pada pertanyaan yang ketiga itulah Yesus mengganti bertanya dengan kata apakah engkau mencintai dan Petrus dengan sedih berkata bahwa dia mencintai. Dapat disimpulkan bahwa sejujurnya Petrus hanya sanggup mencintai.

Alkitab bahasa Jawa 1981 menerjemahkan sesuai dengan bahasa aslinya.

Kata Yesus: Simon anake Jokanan, opo kowe tresna marang aku?

Jawab Petrus: Inggih Gusti Paduka mirsa, bilih kawula remen dhumateng Paduka

Kata tresna dipakai dua kali dan kali ketiga pertanyaan Yesus kepada Petrus dialihkan dengan kata opo kowe dhemen? Dan tiga kali berturut-turut Petrus hanya bisa mengucapkan kawula remen yang artinya aku mencintai. (Bhs Jawa dhemen, remen artinya sama, beda dalam logat saja).

Kasih (agape) dan mengasihi (agapao) bisa dijabarkan sebagai bentuk kasih yang tidak bersyarat, rela berkorban, tidak mementing diri sendiri. Diringkas kasih Agape adalah kasih yang walaupun, meskipun. Kasih agape inilah yang dijabarkan Paulus dalam 1 Korintus 13:1-13 dan disebut 8 x. Dari seluruh PB kata kasih disebut  116 x

Kata kerja mengasihi  – agapao ditulis 143 x.

Sedangkan cinta philia yang conditional love, kata Noun philia disebut 1 x saja. Dan kata kerja phileo – mencintai disebut 25 x. Philia bentuk cinta yang bersyarat dengan kata lain “cinta supaya atau karena” dst. Situasi dan kondisi merupakan pertimbangan, baik itu materi atau bentuk fisik yang menarik dsb. Bisa dikatakan juga cinta karena ada apanya. Sedang kasih agape, kasih apa adanya.

Kesimpulan:

Dialog Yesus dengan Petrus ingin menyadarkan bahwa kasih-Nya tak terbatas dan tak bersyarat. Tuhan Yesus ingin menyadarkan dan memulihkan kembali siapapun yang gagal menunaikan panggilan-Nya untuk kembali melayani Tuhan dengan lebih sungguh-sungguh.

Sejatinya kita harus mengaplikasikan kasih agape itu secara maksimal. Identik dengan ini Yesus mengatakan dalam Matius 5:48. Karena itu haruslah kamu sempurna. Esesthe oun humeis teleioi. Pada kenyataannya, kita seperti Petrus yang tidak fokus lagi pada panggilan, tetapi berpaling dan mengandalkan profesinya. Kita kadang berdalih bahwa manusia tidak sempurna. Demikian juga dengan kasih, seharusnya kita mengasihi itu secara maksimal dengan kasih agape. Hal inilah yang ditegaskan Yesus sebagai hukum kasih dalam Lukas 10: 27.Sola Fide – Sola Gratia – Sola Scriptura.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here