DI TENGAH PANDEMI, BANTU SESAMA MELALUI AKSI

0
5

Yayasan Surabaya Peduli Bangsa dan Masyarakat Tionghoa Peduli menyerahkan 2.400 paket sembako melalui Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Surabaya, pada 5 Mei 2020. Paket bantuan yang terdiri dari beras, mie, dan sarden ini disalurkan dalam rangka mengatasi krisis ekonomi yang dihadapi masyarakat akibat pandemik Covid-19.

Bantuan yang diberikan melalui BAMAG ini untuk membantu warga dari gereja-gereja yang terdampak Covid-19. Selain itu untuk menjangkau masyarakat lebih luas, Yayasan Surabaya Peduli Bangsa ini juga bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui camat-camat dan lurah-lurah yang ada di wilayah Surabaya.

“Penyaluran bantuan sembako ini tidak mudah tentunya. Karena itu kami mengajak BAMAG serta pemerintah daerah melalui camat dan lurah di seluruh wilayah Surabaya, untuk membantu menyalurkan paket bantuan ini,” jelas David Widodo selaku Wakil Sekretaris Yayasan Surabaya Peduli Bangsa.

“Apa yang kami lakukan hari ini dapat menginspirasi masyarakat lain untuk menolong sesama. Kita melakukan ini karena kita merasakan, kalau kita terdampak maka orang lain juga terdampak pula. Dan kalau kita diberi kelebihan hari ini, itu bukan punya kita, tetapi titipan dari Tuhan,” jelas David Widodo lebih lanjut.

Sementara itu Ketua Umum BAMAG Surabaya, Pdt. Sudhi Dharma menyampaikan, bahwa ini adalah satu bukti kepedulian terhadap dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat kota Surabaya akibat pandemik. BAMAG sendiri melalui lima koordinator wilayah yang ada telah membuka posko bantuan untuk mengumpulkan mereka yang terlibat dan peduli. Bantuan berupa sanitizer, masker, sepatu, dan APD diberikan untuk Rumah Sakit Dr. Soetomo, RSAL dan UNAIR.

“Yayasan Surabaya Peduli Bangsa telah mempercayakan kepada BAMAG untuk ikut menyalurkan lebih dekat melalui korwil masing-masing, yaitu pusat, barat, utara, timur dan selatan. Kami juga pernah mendapat kepercayaan untuk membagikan voucher dari Bank Mayapada kepada masyarakt dan warga gereja dan warga sekitar gereja,” papar Sudhi Dharma.

“Tahap pertama sebanyak 2.400 paket, selanjutnya kami dapat kesempatan menyalurkan 10 ribu paket sembako yang diatur secara bertahap,” imbuh Sudhi Dharma.

Paket sembako terdiri beras, mie dan sarden

David menambahkan, “bahwa dalam menyalurkan paket sembako ini tidak melihat agama, suku dan perbedaan lainnya. Siapa pun yang perlu bantuan akan kita bantu. Bantuan ini akan kami lakukan secara terus menerus secara bertahap.”

“Saat ini konsentrasi untuk Surabaya, karena untuk wilayah lain kami sudah bekerjasama dengan yayasan lain yang berkompeten agar lebih fokus,” tutup David. (doc/bkt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here