Di Tengah Kegalauan Hati, Ada Lagu Yang Pas Di Hati. Belajar Nilai Hidup Dari Seorang Didi Kempot

0
5

Cidro, ambyar, layang kangen, banyu langit merupakan deretan lagu yang sanggup menghipnotis pendengar di segala usia. Saking menghipnotisnya, banyak kawula muda terhanyut perasaannya. Dari tangisan bombay hingga tangisan karena terobek-robek hatinya. Pantaslah jika penyanyi spesial tembang jawa ini dijuluki “The Godfather of Broken Heart.”

Takdir berkata lain, sang seniman telah pamit untuk selamanya, meninggalkan kenangan tak terlupakan terkhusus para fans sobat ambyar. Kepergiannya yang mendadak mengagetkan kita semua. Konser yang baru digelarnya, serta lagu ajakan untuk tidak mudik baru saja kita nikmati.

Dibalik kekagetan, kesedihan dan ambyarnya hati, masih ada nilai-nilai yang bisa kita petik dari sang legenda Didi Kempot.

Pertama, Sebuah karya dari hati selalu bernilai tinggi.
Dalam setiap wawancara, Didi Kempot selalu mengatakan bahwa lagu yang diciptakannya adalah ungkapan hatinya sendiri. Bahkan saat konser pun ia selalu mengajak penonton melantunkannya dari hati.

Apa pun yang dari hati akan menghasilkan karya bernilai tinggi. Seperti Didik Kempot dalam mencipta dan menyanyikan lagu, kita pun bisa berkarya melalui talenta kita masing-masing dengan selalu melibatkan hati. Entah dalam pekerjaan, rumah tangga maupun relasi. Melibatkan hati berarti memusatkan energi kita sepenuhnya dengan apa yang kita lakukan.

Keinginan bisa membutakan kita, tetapi hati tidak bisa dibohongi. Hal itu bisa di lihat ketika kita melakukan pekerjaan. Pekerjaan yang berdasarkan keinginan semata karena alasan agar cepat kaya, terkenal atau punya kedudukan biasanya mudah gagal. Atau kalau pun berhasil seringkali bertentangan dengan hati nurani kita. Sedangkan pekerjaan dari hati adalah sesuatu yang kita sukai. Patokannya bukan pada materi maupun kekuasaan, tetapi kepuasan diri.

Kedua, Air yang keruh biasanya banyak ikannya.
Ungkapan ini mengingatkan kita, bahwa karya yang baik bisa tercipta dari pengalaman yang banyak, bahkan pengalaman buruk sekali pun.

Pengalaman hidup Didi Kempot yang akhirnya membuat ia mampu mengekspresikan sebuah karya yang sanggup menusuk hati penggemarnya. Didi Kempot tahu terlebih dulu apa yang dirasakan ketika seseorang dicampakkan, dikhianati, diabaikan dan lain sebagainya.

Bagi kita, carilah pengalaman hidup sebanyak mungkin, karena hidup kita ke depan akan ketemu dengan banyak pengalaman-pengalaman. Sebab ketika kita miskin pengalaman, maka hidup kita seperti air jernih yang sulit mendapatkan ikan. Dan tidak ada karya hidup hebat yang bisa kita hasilkan.

Janji lungo mung sedelo
Malah tanpo kirim warto
Lali opo pancen nglali
Yen eling mbok enggal bali

Petilan dari lagu “Stasiun Balapan” di atas mengingatkan kita bahwa ‘janji’ adalah ungkapan hati. Sebab hidup kita akan bermanfaat ketika melakukan apa yang sudah kita janjikan. Didi Kempot sudah menepati janji dengan membuat banyak orang menyukai karyanya. Mengangkat kembali budaya asli yang dianggap kurang diminati menjadi digemari.
Terima kasih Didi Kempot, karyamu selalu di hati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here