Sudut Pandang

0
7

Salah satu keunikan yang dimiliki setiap manusia adalah cara pandangnya, baik itu terhadap objek benda, peristiwa, persoalan yang terjadi dan penyelesaian masalah, hingga tentang keyakinannya. Cara pandang juga dapat menciptakan pelbagai perbedaan, sebab perspektif yang satu tentu akan berbeda dengan perspektif lainnya.

Meski sama-sama di PHK dari tempat kerjanya, dua lelaki yang masing-masing telah berkeluarga itu menghadapinya dengan cara berbeda. Laki-laki pertama begitu heboh, panik, pelbagai ketakutan menggelayuti pikirannya, dan putus asa nampak pada pandangan serta kalimat yang keluar dari mulutnya.

Berbeda dengan laki-laki kedua, meski tebersit kesedihan tetapi masih ada semangat untuk move on. Bahkan menjadikan peristiwa itu sebagai tanda untuk melakukan sesuatu yang baru, baik bagi diri maupun keluarganya. Sikap paniknya bisa ia redam menjadi kesempatan meraih yang lebih baik. Perbedaan cara pandang inilah yang membuat kedua laki-laki tersebut berbeda dalam bersikap.

Gara-gara beda cara pandang pulalah, sebuah relasi bisa rusak tak terkendali. Persahabatan terancam putus di tengah jalan, bisnis yang dijalankan bersama bisa pecah, bahkan hubungan suami-istri dapat menjadi tidak harmonis lagi.

Setiap Peristiwa Pasti Ada Hikmatnya

Seringkali kita juga terjebak dalam keadaan tertentu, padahal hidup adalah serangkaian keadaan itu sendiri. Ada saat keadaan kita nyaman menurut ukuran kita, ada saat merasa senang, ada saat kita takut, sedih, kecewa, cemas, terancam, dan keadaan lainnya yang merupakan siklus keadaan hidup manusia.

Jika kita tahu bahwa setiap keadaan merupakan siklus kehidupan, maka tak seharusnya lah kita menjadi putus asa ketika berada pada keadaan yang tak menyenangkan itu.

Sebab keadaan apa pun yang kita alami ada terselip sebuah kebaikan, asal kita peka dan mau mengambil hikmatnya.

Bukankah pencipta kita sendiri maha segalanya? Maha pengasih, maha penyayang, maha pengampun, dan maha tahu, termasuk maha hadir di mana pun kita berada. Kehadiran-Nya tidak dibatasi ruang dan waktu, Dia tahu keberadaan dan segala keadaan kita. Dia bahkan menawarkan jalan keluar atas segala pergumulan yang kita hadapi. 

Dialah Allah yang tidak sekedar mencipta, tetapi Allah yang memelihara dan membimbing kehidupan kita. Seperti kata pemazmur, “Engkau mengetahui kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. (Mazmur 139:2-3; 8-10).

Sudut Pandang Tuhan

Kita tahu bahwa Tuhan ada di mana-mana, tetapi mengapa ketika pergumulan datang dan menempatkan kita dalam keadaan yang tidak baik, seringkali kita berkata, “di manakah Engkau Tuhan?” Mengapa kita tidak mau hidup saja bersama Tuhan di posisi manapun kita berada? Ketika kita merasa hidup ini berada ditepian jurang terjal, hiduplah bersama Tuhan di tempat itu, maka penyertaan-Nya akan memberi kita kekuatan dan sukacita.

Jangan melihat sudut pandang hanya dari permasalahannya saja, tetapi lihatlah sudut pandang Tuhan terhadap apa yang terjadi pada hidup kita.

Sebab ketika kita mampu melihat sudut pandang Tuhan dan tetap berjalan bersama-Nya, maka keadaan apa pun tidak membuat kita hilang arah dan putus asa. Perbedaan perspektif ini memang kerap kali terjadi dan sulit dihindari. Namun, bisa dicegah jika masing-masing kita bisa melakukan tiga hal ini. Pertama, sadari bahwa sudut pandang kita berbeda dengan orang lain. Kedua, pakailah sudut pandang orang lain untuk memahami mereka. Ketiga, cobalah melihat sudut pandang Tuhan atas apa yang dilakukan-Nya Terhadap Hidup Kita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here