Selalu Ada Cinta Di Setiap Aspek Kehidupan. Tiga Hal Ini Buktinya

0
6

Kelahiran

Seorang wanita tidak butuh sertifikat mampu melahirkan, kelahiran dapat terjadi jika memang seorang wanita terpaksa harus melahirkan. Setiap wanita yang telah menikah rata-rata akan melahirkan; atau setidaknya mengharapkan dapat melahirkan seorang anak, tanpa perlu mengikuti pendidikan melahirkan.

Tidak jarang, sebelum kelahiran terjadi, orang tua harus mengorbankan banyak hal, dari keuangan atau pun pengobatan. Sebuah pengorbanan besar bagi seseorang yang bahkan belum ada di dunia. Expresi yang penuh cinta, dari seorang ibu, dan sorot mata kebanggaan dari seorang ayah ketika memandang bayi yang baru lahir, sangatlah mengagumkan. Mengapa? karena ibu dan ayah memancarkan, ekspresi cinta tanpa syarat, cinta tanpa menuntut imbalan terhadap sang bayi. Cinta yang sedalam itu, bakal memampukan si bayi untuk menjalani kehidupan.

Kehidupan

Pepatah Inggris, “when there is love, there is life,” menegaskan bahwa cinta adalah penyebab kehidupan. Sebagai contoh, berikut dua orang ibu muda dari benua berbeda yang menjalani pepatah tersebut.

Di Indonesia, seorang ibu muda berusia 26 tahun yang ditinggal mati suami setelah dua tahun pernikahannya. Tidak mampu membayangkan bagaimana dia harus membesarkan kedua anaknya yang berusia setahun, sedangkan yang satu masih dalam kandungan. Sementara itu, di belahan dunia lain, di Inggris, seorang ibu muda beserta anak balitanya, ditinggal suami yang terpikat pada wanita lain yang kaya.

Cinta kedua ibu muda tersebut pada anak-anak mereka menyebabkan mereka bergantung total pada apa yang ada pada mereka. Satunya bergantung pada ijasah Asisten Apoteker yang dimilikinya, dan bekerja keras di Apotek tempatnya bekerja hingga menjadi tangan kanan pemilik Apotek dan dapat membesarkan kedua anaknya dengan baik.

Sedangkan ibu muda yang di Inggris menggantungkan cinta pada anaknya atas keahliannya menulis. Dia menulis dan menulis serta mencurahkan semua daya fantasinya yang kemudian menghantarkan dia menjadi seorang JK Rowling. Penulis wanita kaya raya abad ini, pencipta cerita penuh magic, Harry Potter.

Kehidupan  yang berhasil, besar atau kecil, memang harus bermodal utama kasih. Kasihlah yang mendorong bakat dan ketrampilan untuk sukses dalam kehidupan setiap orang. Apakah kasih hanya menyebabkan kehidupan?

Kematian

Kematian sama kuatnya dengan cinta? Adakah manusia yang sanggup menolak keduanya? Keduanya tidak dapat ditolak dan tidak terhindarkan. Apakah kematian? John Donne, seorang sastrawan di Inggris pada abad ke tujuh belas menulis bahwa kematian atau maut hanyalah tidur yang sangat pendek, ketika manusia bangun dari tidur sesaatnya tersebut, kehidupan kekallah yang dijumpainya.

John yang ketika itu terjangkiti pandemi tifus, mengingatkan kematian agar jangan sekali-sekali menyombongkan kekuatannya. Dalam puisinya yang berjudul, “Maut Jangan Sombong Lu.” (Death Be Not Proud).

Di lain pihak cinta dapat menyebabkan kematian, di Buku Besar tertulis: karena begitu besar kasih Allah pada dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…untuk mati bagi dunia. Jelas cinta Allah menimbulkan kematian, Anak-Nya. Tetapi ternyata Anak-Nya juga setali tiga uang dengan Bapak-Nya, Ia pun mencintai isi dunia, sekaligus mengantar-Nya pada kematian-Nya di kayu salib.

Cinta seolah paralel dengan kematian. Tetapi Buku Besar juga menyatakan, bahwa Sang Anak bangkit dari kematian yang berarti kematian telah terpatahkan.

Bagi yang percaya pada Sang Anak, kematian hanyalah pintu masuk untuk bertemu Cinta itu sendiri.

Kelahiran, kehidupan dan kematian memang harus dijalani manusia. Di dalam ketiga hal itu cinta hidup, itulah sebabnya manusia sanggup menjalani ketiganya.

Penulis: Juliuska Sahertian

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here