Bagaimana Awalnya GKI Menjadi Satu?

0
5

Kita bersyukur sekaligus bahagia, bahwa di Indonesia hanya ada Satu GKI saja. Tidak lagi ada sebutan GKI Jabar – Jateng – Jatim. Tetapi bagaimana bentuk kesatuan itu terwujud? Gereja Kristen Indonesia terdiri dari tiga gereja yang terpisah, yaitu GKI Jawa Barat yang didirikan tanggal 24 Maret 1940, GKI Jawa Tengah yang didirikan tanggal 8 Agustus 1945 danGKI Jawa Timur yang didirikan pada tanggal 22 Februari 1934. Awalnya, ketiga gereja ini dikenal dengan nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) yaitu gereja berbahasa Hokian. Baru pada tanggal 27 Maret 1962, ketiga gereja itu berusaha meleburkan dirinya menjadi satu wadah Sinode Am GKI.

GKI Jabar, Jl. Perniagaan 1, Jakarta
Tempoe Doeloe, Jl. Patekoan

Kita yang bergereja saat ini perlu memahami bagaimana Tuhan berkarya. Melalui proses yang panjang, rumit dan unik yang kadang saling mempertahankan prinsip masing-masing. Semua itu memerlukan ketaatan dengan pengorbanan harga diri. Sekarang kita boleh menikmati tetapi sekaligus mensyukuri atas jerih payah para pendahulu kita. Berikut  ini cuplikan asli dari Warta Sinode Am GKI tahun 1962 yang masih menggunakan Ejaan Lama Bahasa Indonesia.

Kepada semua djum’at-djum’at dari Geredja2 Kristen Indonesia  Djawa Barat – Djawa Tengah – Djawa Timur

Saudara-saudara dalam Kristus jang kekasih,

Patutlah kita bersyukur kepada Tuhan Allah, bahwa demi karunia dan pimpinanNja, tatkala tanggal 27-29 Maret 1962utusan-utusan ketiga Geredja Kristen Indonesia Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur, telah dapat bersidang dalam suasana kasih dan persaudaraan. Dalam persidangan itu dinjatakanlah pula, bahwa Synode  Am Geredja Kristen Indonesia telah terbentuk, sehingga oleh karenanja kehendak dan doa Tuhan Jesus Kristus, Kepala Geredja, supayalah kita bersatu, telah mendjadi barang kenjataan. Dengan terbentukNja Synode Am itu tidak lagi Geredja2 kita di Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur ituberdiri terlepas satu dengan jang lain, melainkan kini melingkarkan tali perhubungan jang mengikat Geredja2 dalam kesatuan geredjani.

GKI Jateng, Jl. Karangsaru 2, Semarang

Diperolehnja kata sepakat ketiga Synode itu untuk  membentuk Synode Am itu bukanlah hasil perdjuangan jang mudah dan terdjadi dalam djangka waktu jang pendek. Usaha untuk mendjelmakan suatu kesatuan ketiga Synode itu, diantaranja disebabkan karena adanja berbagai perbedaan2 jang sebenarnja “non theological”, telah melalui djalan pandjang sedjak th.1939. Terlebih lagi, berkenanan dengan terputusnja perhubungan diantara satu dengan daerah jang lain serta sukarnja perhubungan lalu lintas dizaman pendudukan Djepang dan revolusi Indonesia, perundingan geredjani jang sebermula sudah mentjapai banyak kemadjuan dalam dekat-mendekati satu dengan lain seolah-olah telah digagalkan untuk kemudian dimulai lagi, setelah Indonesia mengalami alam merdeka.

Untuk memperlancar pembitjaraan kearah persatuan, dalam tahun 1954 didjelmakan  Badan Permusjawaratan  Persatuan Geredjani  (B.P.P.G)jang terdiri dari utusan-utusan  ketiga Synode Djabar, Djateng dan Djatim. B.P.P.G. itulah jang membuka pintu kemungkinan2 jang membimbing geredja2 kearah persatuan. Demi berkat dan pimpinan Roh ulkudus hasil kerja B.P.P.G. itu adalah dibentuknja Synode Am jang bersidang untuk pertama kalinja di Djakarta selama tgl 27-29 Maret 1962. Tertjapainja persatuan geredjani ini tidak dapat disangkal adalah karunia Tuhan Allah semata-mata kepada geredjaNja.

GKI Jatim, Jl. Residen Sudirman 16, Surabaya tempoe doeloe

Kini terlahirlah Synode Am Geredja Kristen Indonesia ialah kesatuan Geredja2 Kristen Indonesia Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur jang terpanggil untuk melaksanakan kehendak Tuhan Jesus Kristus dalam hal keesaan, kesaksian dan pelajaran.

Dalam hal KEESAAN haruslah geredja2 kita senantiasa dibawah pandji-pandji Keradjaan Kristus berdjuang, supayalah kesatuan geredjani kita itu dipupuk dan dipelihara, sehingga dapat bertumbuh dan berkembang.

Dalam hal KESAKSIAN haruslah geredja2 dengan semangat jang menjala-jala mengabarkan indjil keselamatan kepada dunia, dan terutama kepada mereka jang berada disekelilingnja.

Dalam hal PELAYANAN haruslah kita melihat dunia dan masjarakat disekeliling kita dengan kejakinan yang kuat akan tugas kita untuk menjalankan kasih Kristus, terutama kepada mereka jang sedang menghadapi kemalangan dan penderitaan dalam segala matjam bentuk.

Kiranja dengan menjadari itu semua Geredja2 kita kelak akan mendjadi berkat bagi dunia dan pri-kemanusiaan, sehingga dunia akan dapat pertjaja akanTuhan Jesus Kristus sebagai Terang dunia.

Dengan terbentuknja Synode Am itu belumlah pekerdjaan kita selesai, bahkan sebenarnja masihlah kita berada pada taraf permulaan. Pertama-tama itulah disebabkan karena untuk sementara waktu ini Geredja2 kita dalam ketiga memakai dalam hidup dan pekerjaannja. Tata Geredjanja sendiri-sendiri, jang diakui dan diindahkan oleh semua Synode  anggota.Didalam pekerdjaan bersama-sama, haruslah masih diadakan musjawarah dalam usaha mendjelmakan satu  Pengakuan Imam dan Tata Geredja untuk seluruh Geredja2 dalam lingkungan Sunode Am G.K.I

Sungguhpun kini masih harus diusahakan satu Tata Geredja jang tunggal, akan tetapi ini tidaklah boleh didjadikan alasan untuk bersikap, bahwa seolah-olah persatuan geredjani itu belumlah ada. Persatuan itu sudah ada. Tidak dapat dibenarkan apabila geredja2 kita masih suka membeda-bedakan satu dengan jang lain. Dalam perdjuangan persatuan geredja, haruslah kita semua djustru turut serta mendosakan dan berusaha, agar supaya tjita-tjita kita itu dapat terwujud dalam djangka waktu jang pendek.

Kiranja warta hal telah terbentuknja Synode Am itu kita terima dengan penuh pengutjapan sjukur kepada Tuhan Allah, terlebih lagi oleh sebab Synode Am itu djustru telah terbentuk pada waktu jang gelap gulita, dimana roch perpetjahan suka mempengaruhi dan menguasai dunia itu.

Achirnja  kami minta kiranja sdr.2 suka mendoakan bagi persatuan Geredja2 kita itu jang mempunjai tugas untuk menjadi garam dan terang dunia.

Synode GKI Jabar
Synode GKI Jateng
Synode GKI Jatim

Salam kasih dalam Kristus, Synode Geredja Kristen Indonesia.

Moderamen :

Ketua                    : Ds. Pouw Boen Giok

Wk. Ketua           : Ds. Tan Ik Hay

Sekertaris            : Ds. Tan King Hien

Bendahara          : Mr Yap Thiam Hien

Anggota2             : Drs. Han Bing Kong

  Ds. Lee Sian Hui

  Ds. Oei Liang Bie

  T.B.Simatupang Djakarta, 29 Maret 1962

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here